Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi V DPR Ahmad Riza Patria bela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait bencana banjir yang melanda Ibu Kota. Bencana yang terjadi tidak hanya tanggung jawab kepala daerah.
"Tapi tanggung jawab kita semua. Pemerintah pusat, warga, semua stake holders terkait," kata Riza usai RDP Penanganan Banjir di Jabodetabek di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/2).
Baca juga: Tidak Datang ke DPR, Anies dan RK Dituding tidak Punya Hati
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta itu meyakini Anies sudah melakukan berbagai upaya mengatasi banjir. Namun, semua langkah yang dilakukan membutuhkan proses.
"Masalah banjir di Jakarta memang bukan masalah mudah. Ini masalah besar, kompleks, penanganannya membutuhkan waktu," ungkap dia.
Saat ditanya apa yang dilakukanya jika terpilih mendampingi Anies, Riza menjawab akan mengikuti program yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta.
"Semua sudah didiskusikan, dibahas dengan para ahli dan sekarang dalam proses penanganannya. Mmg penanganan banjir memakan waktu," ujar dia. (Medcom.id/OL-6)
Fleksibilitas waktu tetap dijaga sesuai dengan dinamika hasil isbat.
Pembangunan taman kecil merupakan langkah awal yang lebih konkret daripada memaksakan proyek taman besar yang seringkali terkendala pembebasan lahan.
Waspada cuaca panas ekstrem di Jakarta! Dinkes DKI ingatkan risiko heatstroke dan dehidrasi. Simak kelompok paling rentan serta tips menjaga kesehatan di tengah suhu tinggi hari ini.
Adapun peresmian taman tersebut juga turut dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Penyediaan layanan air bersih yang memadai menjadi syarat mendasar jika Jakarta ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota global.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keikusertaan warga dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved