Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau menetapkan status tanggap darurat terhadap bencana banjir yang menimpa ibu kota.
Anies belum ingin mengikuti dua pemda yang sudah menetapkan status tanggap darurat yakni Jawa Barat serta Banten selama 14 hari ke depan.
Menurutnya banjir Jakarta lebih cepat surut dibanding wilayah lainnya.
"Sebenarnya ini bisa kita lihat tanggal 1,2,3 itu sudah mulai surut. Jakarta Barat paling banyak genangan tadi malam tapi perhari ini sudah mulai surut. Insya Allah nanti Sabtu Ninggu kita yakin jauh lebih sedikit tempat yang ada genangan maka proses rehabilitasi bisa cepat," kata Anies saat meninjau posko banjir di Teluk Gong, Jakarta Utara, Jumat (3/1).
Anies juga beralasan banyak konsekuensi yang harus ditanggung saat status tanggap darurat ditetapkan.
Baca juga : BNPB Mencatat 21.940 Warga DKI Masih Mengungsi Karena Banjir
"Banyak konsekuensinya," tukas Anies.
Ia pun lebih memilih untuk menunggu keputusan pemerintah pusat dalam pembahasan yang lebih mendalam terkait banjir Jakarta.
"Kita akan tunggu resmi. Status darurat itu punya konsekuensi yang tidak sederhana. Sebelum kita dengar resmi kita ga akan komentar," tegasnya.
Anies bukan gubernur Jakarta pertama yang menolak menetapkan status tanggap darurat saat banjir melanda kawasan ibu kota.
Mantan Gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama juga enggan menetapkan status tersebut saat banjir melanda Jakarta pada 2014 dan 2015.
Baca juga ; BI Salurkan Bantuan 1300 Paket untuk Korban Banjir Jakarta
Basuki atau Ahok menyebut konsekuensi keuangan akan hadir saat tanggap darurat ditetapkan. Dana cadangan pemerintah pusat akan diguyur ke pemda untuk menangani bencana di wilayahnya.
Ahok kala menjabat sebagai gubernur DKI khawatir akan potensi korupsi dana cadangan yang sangat terbuka lebar.
"Itu bukan darurat. Tapi menekan saya, supaya saya keluarkan siaga darurat. Kamu tahu nggak artinya kalau saya tulis surat siaga darurat? Semua tim dan semua dana cadangan boleh dikeluarkan. Siapa mau tanggung jawab kalau terjadi faktor korupsi Rp3-4 miliar? Saya nggak mau tanggung jawab. Kalau mau marahin saya, marahin saja Pak Presiden. Pak Jokowi juga tahun lalu nggak mau keluarin itu surat, dipaksa-paksa," kata Ahok, Rabu (11/2/2015). (Ol-7)
Penyediaan layanan air bersih yang memadai menjadi syarat mendasar jika Jakarta ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota global.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keikusertaan warga dalam mengatasi permasalahan tersebut.
PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo,dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ratas di istana
Banjir dengan ketinggian air hingga 60 cm membuat kolong tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang berada di kawasan MH Thamrin.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved