Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan peran dosen IPB University, Abdul Basith cukup sentral dalam merencanakan aksi anarkistis saat Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI pada Sabtu, 28 September.
"Peran dari pelaku Ir AB cukup sentral dalam mengendalikan orang-orang untuk melakukan tindakan anarkistis, baik penyerangan, perusakan, maupun pelemparan bom-bom yang sudah dipersiapkan," ujar Dedi di Markas Besar Polri, kemarin.
Bahkan menurut Dedi, tersangka Abdul Basith tak hanya melakukan perekrutan, tapi juga berperan sebagai penyandang dana.
"Yang bersangkutan juga sebagai donatur untuk mengalirkan uang ke orang yang direkrut. Contoh S didatangkan langsung dari Ambon dan dibiayai langsung oleh yang bersangkutan untuk datang ke Jakarta," papar Dedi.
Dedi menjelaskan bahwa S alias Laode memiliki kemampuan merakit bom dan membuat molotov. Ia berperan untuk merekrut dan mengawasi empat orang tersangka lainnya, yakni JAF, AL, SAM, dan NAD untuk merakit bom.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif yang direncanakan Abdul Basith. Hasil pemeriksaan sementara yang didapatkan pihak kepolisian ialah membuat kerusuhan, sehingga bisa mengganggu proses pelantikan anggota MPR/DPR sampai presiden dan wakil presiden.
"Dari setiap demo, buntutnya kerusuhan. Lalu impact turunannya mengganggu proses kegiatan pelantikan MPR/DPR kemarin. Kalau tidak dilakukan penegakan hukum, demo lagi, dia akan ulangi perbuatannya, provokasi dengan lempar bom. Jatuh korban dari aparat dan pendemo, akan berkembang lagi, bisa juga mengganggu proses kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih," jelas Dedi.
Dari hasil penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa bom molotov yang berisi paku dan fatal efeknya.
Selain menyita bom molotov, polisi juga menyita bom lainnya. Sebagian bom tersebut serupa dengan bom ikan yang memiliki daya ledak lebih dahsyat.
"Kalau sasarannya properti dan fasilitas publik, bisa rusak. Tapi kadar di dalamnya tidak disampaikan. Nanti bisa ditiru. Cukup variatif kadar di dalamnya. Bukan hanya bensin, tapi lebih dasyat," papar Dedi.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa proses penyelidikan memang masih belum final dan masih terus dilakukan Polda Metro Jaya. (*/J-2)
Sebagai hasil akhir, forum diskusi ini merumuskan sejumlah rekomendasi profesional yang akan disampaikan kepada pihak kepolisian terkait.
MANTAN Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro masuk dalam daftar 54 personel Polri yang dimutasi pada Februari 2026. Mutasi tersebut dilakukan di tengah proses pemberhentian tidak hormat
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin.
Ketua Divisi Riset dan Dokumentasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Hans Giovanny Yosua mengingatkan agar Polri tidak disalahgunakan.
WAKIL Menteri HAM. Mugiyanto mendukung penggunaan bodycam bagi anggota Polri. Itu bagian dari pegawasan setelah maraknya kekerasan oleh aparat kepolisian.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menyebut kultur kekerasan di Polri berakar dari kurikulum pendidikan yang masih militeristik. Perlu dekonstruksi total pada SPN dan sistem meritokrasi.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
MAHASISWA Fakultas Hukum mengajukan uji materiil Pasal 256 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP baru ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Aksi protes pendukung Manchster United ini dijadwalkan berlangsung sebelum laga kandang melawan Fulham pada 1 Februari mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved