Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi kecewa dengan rencana pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Bekasi Timur. Pasalnya, pembangunan TOD tersebut bakal menyumbang kemacetan di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Jawa Barat.
"Saya kecewa, usulan kami dari perwakilan Pemerintah Kota Bekasi diabaikan. Makanya saya walk out dari rapat finalisasi pembahasan penanganan dampak lalin pembangunan TOD Bekasi Timur," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Jumat (10/5).
Menurut Johan, meskipun TOD Bekasi Timur berada di wilayah Kabupaten Bekasi namun dampak lalu lintasnya tentu akan dirasa warga Kota Bekasi. Apalagi, saat ini sudah ada empat persimpangan berada di Jalan Joyomartono.
Adapun empat persimpangan yang dimaksud adalah persimpangan Jatimulya, persimpangan pintu Tol Bekasi Timur menuju Jakarta, perimpangan pintu Tol Bekasi Timur menuju Cikampek dan perisimpangan Jalan Chairil Anwar-Joyomartono.
Johan menjelaskan, dirinya telah mengusulkan agar penanggungjawab pembuatan TOD Bekasi Timur membangun jembatan keluar menuju Jalan Tarum Barat (Kalimalang), Kabupaten Bekasi. Sehingga, warga yang keluar TOD tidak menumpuk di sisi selatan Jalan Joyomartono.
"Akses keluar TOD jangan keluar masuk melalui joyomartono, saya minta akses masuk keluar melalui jembatan penghubung jalan ke kalimalang, agar kemacetan akan berkurang," katanya.
Baca juga: LRT Jakarta Beroperasi Setelah Proses Administratif Selesai
Johan mengaku, usulan tersebut sudah disetujui saat rapat sebelumnya sekitar empat bulan lalu. Konsultan pembangunan TOD menyetujui akan membangun jembatan orang sepanjang 20 meter dari lokasi TOD menuju Jalan Tarum Barat, Kabupaten Bekasi.
Namun Johan terkejut saat melihat timeline pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan hasil rapat kedua. Bahkan, jawaban pimpinan rapat saat itu amat membuatnya terkejut.
"Kalau di Kota Bekasi terjadi macet siapa yang mau tanggung jawab? Apa pemerintah pusat mau tanggung jawab? Kan pemerintah kota juga yang harus menyelesaikan," jelas dia.
Seperti diberitakan, TOD Bekasi Timur yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi akan difungsukan sebagai pendukung tranprotasi Stasiun LRT. TOD ini akan terintegrasi langsung dengan stasiun LRT Bekasi Timur. Pengembangan kawasan itu terdiri atas 16 tower apartemen maupun pusat perbelanjaan.
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menambahkan, hal yang dilakukan utusan Pemkot Bekasi dalam rapat finalisasi rencana pembangunan TOD Bekasi Timur wajar. Sebab, penataan lalu-lintas harus terintegrasi semua.
"Saya dukung. Ini demi penataan kawasan yang lebih baik. Jalan Joyo Martono sudah sangat padat," tandas dia. (OL-1)
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Penerapan tarif telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan para sopir angkot.
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bayi yang ditemukan di sebuah apartemen Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/2), dinyatakan meninggal dunia.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved