Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGALAMI mual dan muntah saat hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Terutama di awal kehamilan, yakni selama trimester pertama kehamilan. Namun, jika mual dan muntah terjadi sangat parah dan berlangsung setelah trimester pertama kehamilan, sebaiknya mewaspadai kemungkinan terjadinya kondisi Hiperemesis Gravidarum, (HG).
Hiperemesis Gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang berlebihan selama kehamilan. Kondisi HG bisa berlangsung hingga trimester kedua kehamilan atau bahkan sepanjang kehamilan hingga melahirkan.
Ibu hamil yang mengalami HG akan mual dan muntah secara ekstrem. Kondisi itu bisa membuat ibu hamil merasa lemas akibat dehidrasi dan malnutrisi.
Apa penyebab Hiperemesis Gravidarum dan cara mengatasinya?
Sejauh ini, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya Hiperemesis Gravidarum pada ibu hamil. Namun, diduga penyebab utamanya berkaitan dengan kadar hormon human chorionic gonadotropin atau HCG di dalam darah yang sangat tinggi dan tidak menurun setelah melewati trimester pertama.
HCG merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel-sel di dalam plasenta setelah sel telur yang dibuahi oleh sperma menempel di dinding rahim. Kadar hormon HCG dapat meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Selain hormon HCG, peningkatan hormon estrogen dan progesteron pada trimester pertama kehamilan juga dapat memengaruhi kerja otot lambung sehingga kerap membuat ibu lebih mudah untuk memuntahkan isi perut.
Selain karena tingginya hormon HCG, beberapa hal ini juga disebut bisa menjadi pemicu terjadinya Hiperemesis Gravidarum:
Hamil pada usia yang sangat muda
Hamil pada usia di atas 30 tahun
Kehamilan pertama
Hamil anak kembar
Obesitas
Memiliki keluarga dengan riwayat hiperemesis gravidarum
Memiliki riwayat penyakit tiroid, tekanan darah tinggi (hipertensi), migrain, atau diabetes gestasional
Komplikasi kehamilan akibat Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis Gravidarum bisa menjadi pemicu terjadinya komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi keselamatan ibu dan janin. Karena itu, penanganan yang tepat sangat dibutuhkan bagi penderita Hiperemesis Gravidarum.
Ibu hamil dengan HG bisa mengalami muntah darah akibat perdarahan dari luka robek di sekitar kerongkongan, gangguan fungsi hati dan ginjal, dan sindrom Mallory-Weiss atau kondisi ketika terdapat luka robek pada dinding kerongkongan.
Selain itu, Hiperemesis Gravidarum juga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi kurang, preeklampsia, gangguan perkembangan fisik dan otak janin, hingga depresi pada ibu hamil.
Penanganan dan pengobatan Hiperemesis Gravidarum
Meski merupakan kondisi yang serius, Hiperemesis Gravidarum bukan kondisi yang tidak bisa dikontrol dan obati. Pengobatan Hiperemesis Gravidarum akan disesuaikan dengan gejala dan kondisi yang muncul pada masing-masing pasien.
Terapi utama bagi penderita Hiperemesis Gravidarum adalah untuk memastikan ibu hamil tidak kekurangan cairan dan nutrisi, dengan begitu dehidrasi dan masalah pada kesehatan janin bisa dihindari.
Obat-obatan juga akan diberikan untuk meredam rasa mual dan muntah pada ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum.
Sejauh ini, belum ada obat-obatan yang dinyatakan bisa menyembuhkan Hiperemesis Gravidarum secara total. Karena itu pengobatan yang dilakukan lebih fokus pada upaya menekan gejala dan mengantisipasi berbagai masalah kesehatan yang mungkin muncul alkibat Hiperemesis Gravidarum selama kehamilan.
(H-3)
Peneliti ciptakan replika lapisan rahim untuk pelajari proses implantasi embrio. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka keguguran dan meningkatkan sukses IVF.
Studi terbaru HUJI mengungkap embrio dan rahim melakukan dialog molekuler intens melalui vesikel ekstraseluler hanya dalam satu jam setelah pertemuan.
Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi berada di angka 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Studi menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlangsung selama beberapa trimester kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.
Ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang kurang matang hingga minuman dengan kandungan kafein.
Jo Bo Ah resmi mengumumkan bahwa ia tengah mengandung anak pertamanya.
Penelitian mengungkapkan paparan jenis pestisida tertentu meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Hari Preeklamsia Sedunia mengingatkan pentingnya deteksi dini kondisi kehamilan berisiko tinggi ini. Ketahui gejala, penyebab, dan cara penanganannya agar ibu dan bayi selamat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved