Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya yang samar. Banyak orang baru menyadari keberadaan penyakit itu setelah mencapai stadium lanjut.
Karenanya, penting untuk tetap waspada dan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada payudara. Penyakit ini dapat menyerang baik laki-laki maupun perempuan, meskipun lebih umum terjadi pada wanita.
Memahami ciri-ciri kanker payudara dapat membantu deteksi dini, yang pada akhirnya dapat meningkatkan peluang kesembuhan.
Baca juga : Masyarakat Diingatkan Mengenai Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara
Benjolan pada payudara
Salah satu gejala yang paling umum dari kanker payudara adalah adanya benjolan pada jaringan payudara.
Benjolan ini dapat muncul di berbagai area payudara atau di ketiak, mengingat jaringan payudara meluas hingga ke area tersebut.
Biasanya, benjolan ini memiliki tekstur yang tidak rata, terasa agak keras, dan melekat pada payudara. Benjolan ini sering kali tidak terasa sakit saat ditekan dan biasanya hanya muncul satu buah saja.
Baca juga : Perempuan Diminta tidak Ragu untuk Periksakan Diri Jika Temukan Benjolan di Payudara
Kelenjar getah bening di bawah lengan atau dekat payudara bisa menjadi jalur penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya.
Perbedaan ukuran payudara
Meski perbedaan ukuran payudara sering kali dianggap normal, perubahan ukuran yang mencolok, terutama jika terjadi pada satu sisi, bisa menjadi indikasi kanker payudara.
Baca juga : 70% Pasien Kanker Payudara Terdeteksi di Stadium Akhir
Perubahan ini umumnya disebabkan oleh perkembangan benjolan di payudara.
Payudara yang terkena kanker juga mungkin terlihat lebih melorot atau turun karena adanya benjolan yang semakin membesar.
Perubahan tekstur kulit payudara
Baca juga : Waspadai Benjolan dengan Ciri Tertentu saat Lakukan Sadari
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan tekstur kulit payudara.
Sel-sel kanker dapat memicu peradangan pada kulit payudara, yang menyebabkan kulit tampak menebal atau berlesung seperti kulit jeruk.
Area payudara yang terkena juga mungkin terasa gatal, dan perubahan tekstur ini seringkali disalahartikan sebagai infeksi kulit yang umum.
Puting melesak ke dalam
Perubahan bentuk puting juga bisa menjadi tanda kanker payudara. Jika puting yang biasanya menonjol keluar tampak melesak ke dalam, hal ini bisa disebabkan oleh sel-sel kanker yang menyerang jaringan di bawah puting. Perubahan ini harus diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter.
Keluarnya cairan dari puting
Terkadang, kanker payudara menyebabkan keluarnya cairan berwarna dari puting, seperti cairan cokelat kemerahan. Hal ini mungkin terjadi karena adanya luka seperti eksim pada puting yang tidak kunjung sembuh.
Meskipun gejala ini tidak selalu menunjukkan adanya kanker, tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis jika mengalaminya.
Mendeteksi kanker payudara sedini mungkin dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan pemeriksaan sendiri di rumah, yang dikenal dengan istilah Sadari (Periksa Payudara Sendiri).
Cermati bentuk dan kulit payudara
Berdirilah di depan cermin dan perhatikan setiap perubahan pada bentuk, permukaan kulit, atau ukuran payudara. Lakukan ini 7-10 hari setelah menstruasi.
Gerakan angkat tangan
Angkat kedua lengan ke atas dengan tangan di belakang kepala, lalu cermati payudara dari berbagai sudut. Perhatikan bentuk, ukuran, serta perbedaan antara payudara kiri dan kanan.
Raba dan tekan payudara
Gunakan ujung jari untuk meraba payudara, lakukan gerakan memutar, naik-turun, atau dari tepi payudara menuju puting. Jangan lupa memeriksa area ketiak karena jaringan payudara meluas hingga ke sana.
Periksa puting
Pencet lembut kedua puting dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Jika ada, segera konsultasikan dengan dokter.
Dengan melakukan pemeriksaan rutin dan mengenali gejala awal, kamu dapat mencegah kanker payudara berkembang menjadi lebih parah.
Pemeriksaan medis seperti mamografi juga dapat dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan payudara secara lebih mendalam.
Segera hubungi dokter jika Anda merasakan gejala-gejala seperti disebutkan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (berbagai sumber/Z-1)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Alexis Klimpl, perempuan asal California, didiagnosis kanker payudara triple positif di usia 25 tahun.
Selain faktor genetik, pola hidup, kadar hormon, dan paparan lingkungan juga dapat berkontribusi pada munculnya kanker payudara.
KANKER payudara menjadi penyakit yang menakutkan pada wanita. Berdasarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kanker tersebut terjadi ketika sel-sel ganas berkembang.
Penanganan dan perawatan kanker payudara bisa menambah angka harapan hidup dan memperbaiki kualitas hidup para pasien di Indonesia.
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang terjadi ketika sel di dalam payudara berkembang secara abnormal.
Gejala kanker payudara sebenarnya dapat Anda kenali dari beberapa cirinya yang khas. Berikut ini ciri-ciri kanker payudara yang perlu kamu waspadai:
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved