Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN pada berat badan sangat lazim terjadi pada ibu hamil. Akan tetapi, angka timbangan harus tetap dikontrol, jangan sampai berlebih atau obesitas karena bisa membatasi gerak dan aktivitas sehari-hari.
Obesitas pada masa kehamilan dapat memicu berbagai penyakit lainnya. Oleh sebab itu, ibu hamil sebaiknya tetap menjaga berat badan agar tidak menjadi obesitas. Melansir dari situs Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa bahaya obesitas saat hamil;
Preeklamsia merupakan kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Preeklamsia dapat membawa potensi penyakit lain seperti kerusakan organ ginjal dan hati, kram kaki dan tangan, bahkan stroke.
Baca juga : Ini Bahaya Kelebihan Berat Badan saat Hamil, Salah Satunya Keguguran
Sleep apnea merupakan kondisi pernapasan saat tidur yang terganggu dan putus-putus. Gejala ini kerap diremehkan sebagai mendengkur biasa, padahal gangguan pernapasan ini mengganggu sirkulasi oksigen yang masuk ke tubuh sehingga terus-terusan akan merasa lelah karena waktu istirahat yang tidak maksimal.
Wanita hamil yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional. Diabetes gestasional terjadi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar gula darah selama masa kehamilan.
Kondisi ini menjasi salah satu komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi. Hal tersebut sangat rawan membuat persalinan menjadi harus dilakukan secara caesar.
Keguguruan bisa terjadi apabila tingkat obesitas mulai membahayakan. Sebab, fungsi tubuh tidak bekerja maksimal untuk menyerap dan mendistribusikan nutrisi.(M-3)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Asap rokok yang mengandung zat-zat seperti karbon monoksida dapat mengganggu fungsi oksigen dalam darah, sehingga tekanan darah ibu atau plasenta dapat meningkat.
FAKTOR genetik sangat mempengaruhi masa kehamilan ibu. Ibu hamil bisa jadi tidak merasakan apa-apa, atau mengalami mual yang biasa disebut morning sickness, hingga mengalami preeklamsia.
Para ilmuwan kini menemukan cara mendeteksi risiko preeklamsia bahkan sebelum gejalanya muncul hanya melalui tes darah sederhana yang menganalisis RNA bebas sel dari plasma ibu.
Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi suplemen kalsium 1 gram per hari dan aspilets dosis rendah sesuai anjuran dokter, kemudian nutrisi seimbang, serta pemeriksaan kehamilan secara teratur
Hari Preeklamsia Sedunia mengingatkan pentingnya deteksi dini kondisi kehamilan berisiko tinggi ini. Ketahui gejala, penyebab, dan cara penanganannya agar ibu dan bayi selamat.
Preeklamsia telah diketahui memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan ibu maupun bayi di masa depan kehidupannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved