Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC mengatakan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko preeklamsia pada ibu hamil.
"Perokok pasif aja bisa berefek prematuritas pada bayi, bisa meningkatkan risiko preeklamsia pada ibu hamil," kata Nisa, dikutip Kamis (20/11).
Nisa menjelaskan asap rokok yang mengandung zat-zat seperti karbon monoksida dapat mengganggu fungsi oksigen dalam darah, sehingga tekanan darah ibu atau plasenta dapat meningkat.
Risikonya akan semakin meningkat jika orang-orang atau lingkungan di sekitar ibu hamil yang bersangkutan banyak terpapar asap rokok. Apalagi bila ibu hamil tinggal di lingkungan atau ruangan yang tertutup.
Hal itu karena asap dari rokok dapat menempel pada permukaan yang keras hingga 7 hari, termasuk pada pakaian yang dikenakan maupun permukaan tembok.
Perempuan yang memiliki sertifikasi sebagai Konsultan Laktasi Internasional (IBCLC) itu juga mengingatkan bahwa sekadar mencuci tangan saja tidak efektif untuk menghilangkan zat-zat tersebut.
"Tidak semudah itu, jadi benar-benar (zat pada rokok) menempel sekali ya, kayak di baju, di mana permukaan keras, permukaan yang sub surface itu juga ada ya," ujar Nisa.
Zat-zat berbahaya, lanjutnya, juga bisa menempel pada ibu hamil melalui kontak fisik seperti ketika suami mencium ibu hamil.
Oleh karenanya, ia mengingatkan kepada seluruh anggota keluarga untuk lebih peduli terhadap kondisi ibu hamil dan ikut serta dalam menjaga lingkungan menjadi steril.
"Toksinnya rokok kan enggak cuma satu, enggak cuma nikotin kan, sebenarnya kalau dikupas rokok itu sangat enggak baik ya," kata dia.
Berdasarkan situs resmi Kementerian Kesehatan, Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan sering disertai adanya protein dalam urin (proteinuria) setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu.
Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai organ, termasuk ginjal, hati, otak, dan plasenta.
Preeklampsia merupakan bagian dari spektrum hipertensi dalam kehamilan, yang juga mencakup hipertensi gestasional dan eklampsia. (Ant/Z-1)
Kanker paru-paru tidak hanya menyerang perokok. Asap rokok, polusi, asbes, radon, hingga faktor genetik dapat meningkatkan risikonya pada nonperokok.
Asap rokok dan rokok elektronik menjadi polutan yang berbahaya, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
HARI ini, 25 September 2025, masyarakat global memperingati Hari Paru Sedunia (World Lung Day).
Asap rokok aktif maupun pasif terbukti memicu penyakit serius, baik bagi perokok maupun orang di sekitarnya.
KETUA Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyoroti usulan anggota DPR RI agar ada gerbong kereta api khusus untuk perokok.
Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan tanpa disadari dapat merusak otak dan mengganggu kinerjanya
Merokok meningkatkan risiko stroke hingga enam kali lipat. Ketahui bagaimana rokok memengaruhi pembuluh darah, otak, dan cara menurunkan risikonya dengan berhenti merokok.
KPAI berpandangan bahwa penguatan akan kesadaran terkait keseimbangan hak dan kewajiban perlu dilakukan dalam lingkungan satuan pendidikan.
Untuk lebih baiknya, perbanyak buah dan sayur untuk membantu membersihkan racun. Serta fokus pada manfaat jangka panjang seperti, paru-paru lebih sehat, risiko penyakit menurun
Sensasi mentol yang dicampur dengan tembakau ternyata dapat menurunkan kepekaan reseptor di saluran pernapasan yang berfungsi mendeteksi iritasi akibat nikotin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved