Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Merokok telah lama dikenal sebagai kebiasaan yang merusak tubuh, bukan hanya bagi paru-paru atau jantung, tetapi juga otak. Salah satu dampak serius dari kebiasaan ini adalah stroke, yaitu gangguan pada sistem saraf akibat terhambatnya aliran darah ke otak.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara merokok dan stroke sangat erat. Perokok aktif memiliki risiko stroke hingga dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terhenti karena penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah otak (stroke hemoragik). Merokok memicu kondisi ini melalui beberapa mekanisme, antara lain:
Menurut Stroke Association, orang yang merokok 20 batang sehari memiliki risiko stroke enam kali lebih tinggi dibandingkan non-perokok.
Bagi penderita yang sudah pernah mengalami stroke, tetap merokok dapat memperbesar risiko kambuhnya stroke berikutnya.
Risiko kematian akibat stroke atau serangan jantung bahkan meningkat dua kali lipat pada mereka yang masih merokok setelah sembuh. Kondisi ini juga berlaku pada silent stroke, yaitu stroke tanpa gejala yang jelas.
Berhenti merokok menjadi langkah penting untuk memutus siklus berbahaya ini.
Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya, seperti:
Kombinasi zat-zat ini menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan meningkatkan potensi terbentuknya gumpalan darah, pemicu utama stroke.
Kabar baiknya, tubuh mulai memperbaiki diri segera setelah seseorang berhenti merokok.
Berikut efek positifnya:
Berhenti merokok terbukti mengurangi risiko stroke berulang dan meningkatkan harapan hidup.
Hubungan antara merokok dan stroke sudah jelas: semakin lama dan banyak seseorang merokok, semakin besar risikonya. Namun, berhenti merokok kapan pun akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak, jantung, dan seluruh tubuh.
Setiap hari tanpa rokok adalah langkah menuju tubuh yang lebih sehat dan bebas dari risiko stroke. (Z-10)
Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan tanpa disadari dapat merusak otak dan mengganggu kinerjanya
Asap rokok yang mengandung zat-zat seperti karbon monoksida dapat mengganggu fungsi oksigen dalam darah, sehingga tekanan darah ibu atau plasenta dapat meningkat.
KPAI berpandangan bahwa penguatan akan kesadaran terkait keseimbangan hak dan kewajiban perlu dilakukan dalam lingkungan satuan pendidikan.
Untuk lebih baiknya, perbanyak buah dan sayur untuk membantu membersihkan racun. Serta fokus pada manfaat jangka panjang seperti, paru-paru lebih sehat, risiko penyakit menurun
Sensasi mentol yang dicampur dengan tembakau ternyata dapat menurunkan kepekaan reseptor di saluran pernapasan yang berfungsi mendeteksi iritasi akibat nikotin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved