Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
OTAK merupakan organ tubuh yang sangat kompleks dan berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi vital, mulai dari detak jantung, keseimbangan cairan, tekanan darah, hingga suhu tubuh. Selain itu, otak juga berfungsi dalam aktivitas kognitif, gerakan, proses belajar, memori, emosi, serta kesehatan secara keseluruhan.
Namun, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan tanpa disadari dapat merusak otak dan mengganggu kinerjanya. Banyak orang kerap merasa cepat lelah, sulit berkonsentrasi, hingga mudah lupa. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian terhadap kesehatan otak.
Berikut berbagai kebiasaan yang diketahui dapat memberikan dampak negatif pada otak:
Sarapan merupakan aktivitas penting sebelum memulai kegiatan harian. Melewatkan sarapan dapat menurunkan kinerja fisik dan intelektual, mengganggu suasana hati, serta menurunkan konsentrasi dan memori. Kondisi gula darah yang rendah akibat tidak sarapan membuat tubuh kekurangan zat gizi yang dibutuhkan otak. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi merusak fungsi otak.
Asupan gula yang terlalu banyak dapat menghambat penyerapan protein dan zat gizi penting dalam tubuh. Dampaknya, perkembangan dan fungsi otak dapat terganggu dan meningkatkan risiko terjadinya malnutrisi.
Makan secara berlebihan memicu penumpukan lemak serta pengerasan arteri di otak. Kondisi ini dapat menurunkan kekuatan mental. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan berlemak secara berlebih dapat menyebabkan kerusakan otak dan mengacaukan sinyal kenyang sehingga seseorang terus merasa ingin makan.
Merokok tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga mengurangi pasokan oksigen ke otak. Selain itu, zat berbahaya dari hasil pembakaran rokok dapat memicu mutasi sel serta meningkatkan risiko gangguan fungsi otak, termasuk penyakit degeneratif.
Tidur kurang dari kebutuhan ideal dapat mempercepat kematian sel-sel otak. Kurang tidur juga membuat tubuh lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah mengalami perubahan suasana hati. Mendapatkan tidur berkualitas setiap malam sangat penting untuk menjaga kesehatan otak.
Tidur dengan kepala tertutup dapat meningkatkan kadar karbon dioksida dan mengurangi oksigen yang masuk ke otak. Kebiasaan ini berpotensi menimbulkan efek negatif bagi kesehatan otak.
Alkohol dapat merusak sistem saraf, hati, serta jantung, dan memberikan dampak pada proses kimia di dalam otak. Konsumsi alkohol dapat memengaruhi memori dan memperlambat waktu reaksi tubuh.
Interaksi sosial merupakan stimulasi penting bagi fungsi otak. Kurangnya kontak sosial dapat menimbulkan depresi, rasa kesepian, dan menurunkan kemampuan mengingat. Pada anak-anak, kondisi ini dapat memicu gangguan psiko-sosial, sementara pada orang dewasa dapat meningkatkan risiko perilaku merugikan seperti konsumsi alkohol dan penyalahgunaan narkoba.(hallosehat/M-2)
Lebih dari 70 studi menunjukkan puasa 8–24 jam tidak memengaruhi daya ingat, fokus, atau penalaran pada orang dewasa. Namun, efeknya berbeda pada anak dan remaja.
Otak adalah organ yang menggunakan sekitar 20% kalori tubuh, sehingga membutuhkan banyak bahan bakar yang baik untuk bisa bertahan sepanjang hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved