Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mengapa Orang yang Tidak Merokok Tetap Bisa Terkena Kanker Paru? Ini Penyebabnya

Abi Rama
25/11/2025 11:12
Mengapa Orang yang Tidak Merokok Tetap Bisa Terkena Kanker Paru? Ini Penyebabnya
Ilustrasi(freepik)

BANYAK orang beranggapan kanker paru-paru hanya menyerang perokok aktif. Kenyataannya, mereka yang tidak pernah merokok sekali pun tetap dapat didiagnosis penyakit tersebut. 

Meski merokok merupakan penyebab utama kanker paru, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risikonya. Mengutip dari laman alodokter berikut penyebab risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok.

Menjadi Perokok Pasif

Walau tidak merokok, menghirup asap rokok dari orang lain juga membahayakan kesehatan paru-paru. Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya dan karsinogenik yang dapat memicu perubahan pada jaringan paru. 

Hidup serumah dengan perokok aktif, bekerja di lingkungan yang dipenuhi asap rokok, atau sering terpapar asap rokok di ruang publik dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru-paru. Paparan asap tersebut membuat individu yang tidak merokok sekalipun menghadapi ancaman kesehatan yang sama seriusnya.

Paparan Asbes

Asbes adalah bahan bangunan yang seratnya dapat terhirup dan menetap di paru-paru dalam waktu lama. Serat-serat ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan kronis, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker paru. Karena bahayanya, penggunaan asbes saat ini sudah dibatasi bahkan dilarang di berbagai negara.

Polusi Udara

Pencemaran udara, terutama di wilayah perkotaan, juga berperan besar dalam kasus kanker paru pada nonperokok. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan polusi udara luar, seperti emisi kendaraan bermotor, asap kompor kayu, serta polusi dari pembangkit listrik berbahan batu bara sebagai zat karsinogenik. Paparan jangka panjang terhadap polusi ini dapat merusak sel paru-paru.

Paparan Gas Radon

Gas radon adalah gas alami yang biasanya berada di udara dalam jumlah kecil. Meski tidak berbahaya dalam kondisi normal, kadar radon bisa meningkat secara signifikan di rumah yang dibangun di atas tanah dengan kandungan uranium alami. 

Jika terhirup dalam jangka panjang, gas radon dapat merusak sel-sel paru dan memicu kanker. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan orang yang tinggal selama bertahun-tahun di wilayah dengan paparan radon tinggi memiliki risiko lebih besar terkena kanker paru.

Faktor Genetik

Riwayat keluarga juga menjadi salah satu pemicu kanker paru. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker paru, risiko Anda untuk mengalaminya akan meningkat. Faktor genetik membuat beberapa orang lebih rentan terhadap perubahan sel paru yang bersifat ganas.

Mutasi Gen

Selain faktor keturunan, mutasi gen tertentu juga dapat menyebabkan sel-sel paru membelah dan berkembang secara abnormal. Mutasi ini membuat sel-sel menjadi ganas dan berubah menjadi kanker. Mutasi gen bisa terjadi secara alami maupun akibat paparan lingkungan tertentu.

Jadi, meskipun Anda bukan perokok aktif, risiko terkena kanker paru tetap ada. Berbagai faktor seperti radon, asap rokok, asbes, polusi udara, hingga faktor genetik turut berpengaruh terhadap kesehatan paru-paru.

Untuk meminimalkan risiko, penting untuk menghindari paparan faktor-faktor tersebut. Di samping itu perlu menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala apabila Anda merasa memiliki risiko lebih tinggi.  (Alodokter/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya