Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi lulusan Universitas Indonesia Frieda Handayani, Sp.A(K), Subsp. G.H. membagikan tips menjaga asupan makanan sehat untuk anak berusia satu tahun agar pencernaan mereka lancar dan terhindar dari berbagai risiko penyakit. Anak berusia satu tahun setidaknya membutuhkan energi sebesar 1350 kkal yang terdiri atas protein: 20 gram, lemak: 45 gram, karbohidrat: 215 gram, serat: 19 gram dan air: 1150 ml. Ini panduan untuk menjaga pola makan anak satu tahun.
Hindari processed food
“Secara khusus, untuk bayi berusia 1 tahun, makanan yang tidak boleh dikonsumsi adalah processed food, seperti makanan yang sudah diasapkan, dikemas dengan campuran natrium yang tinggi,” kata Frieda beberapa waktu lalu.
Baca juga : Ini Pentingnya Waktu Kudapan Bagi Anak
Hindari deep fried food.
Frieda menambahkan, yang harus dihindari adalah deep fried food. Ini adalah makanan yang digoreng atau direndam terlalu banyak minyak.
Hindari makanan tinggi garam dan gula
Baca juga : Beberapa Buah dan Sayuran Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 1
Selanjutnya, orang tua juga diingatkan untuk tidak memberikan makanan yang mengandung lemak jenuh, tinggi gula, dan tinggi garam kepada anak berusia satu tahun, terutama jika diberikan secara terus-menerus.
Hal ini dilakukan agar anak terhindar dari inflamasi atau peradangan di sekitar saluran pencernaan.
Jangan lupa memperbanyak varian buah, sayur, daging merah, dan protein lainnya agar kecukupan gizi anak terpenuhi. Protein dapat bersumber pada protein hewani seperti telur, ayam, ikan, dan daging atau protein nabati seperti tahu dan tempe.
Baca juga : Vegetarian Bukan Berarti Mengurangi Porsi Makan, Bagaimana Faktanya?
Jika anak berusia satu tahun mengalami inflamasi akibat salah mengonsumsi makanan, hal ini dapat mengakibatkan malabsorbsi atau kumpulan gejala yang disebabkan oleh gangguan penyerapan pada satu atau beberapa nutrisi di usus halus.
Malabsorbsi dapat mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan zat gizi atau malnutrisi. Jika terjadi pada anak-anak, kekurangan zat gizi yang disebabkan oleh sindrom malabsorbsi dapat memengaruhi tumbuh dan kembangnya. (Ant/H-2)
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) diimbau untuk tidak lagi menggunakan makanan olahan buatan pabrik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Studi menyebut aktivitas fisik mampu menekan perilaku mirip depresi yang dipicu oleh kegemaran makan junk food dengan tinggi lemak dan gula
Diet tinggi gula tambahan, minuman berpemanis, dan makanan olahan menjadi pemicu utama peradangan yang merusak sel otak.
Konsumsi sekedar satu potong daging olahan atau sekaleng soda sehari sudah dikaitkan dengan lonjakan resiko penyakit serius.
Makanan ini bisa mengalami pengolahan ringan seperti dipotong dan dikemas hingga pengolahan berat ditambah bahan kimia, pengawet, pewarna, pemanis buatan.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Sayur merupakan sumber penting serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved