Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI orangtua adalah salah satu pengalaman paling membahagiakan dalam hidup. Namun, di balik kebahagiaan itu, tersimpan juga berbagai tantangan yang dapat memicu stres. Sebuah survei terbaru menunjukkan 4 dari 5 orang tua merasa kewalahan dengan tuntutan menjadi orang tua.
Namun, jangan khawatir, ada cara untuk mengatasi stres parenting dan menikmati perjalanan mengasuh anak.
Menjadi orangtua sering kali disertai dengan tekanan untuk selalu tenang dan memiliki anak-anak yang sempurna. Namun, ekspektasi yang terlalu tinggi dan perbandingan sosial dapat menimbulkan kekecewaan dan frustrasi.
Baca juga : Stres Mengurus Anak Ada Manfaatnya bagi Orangtua
Anna Seewald, seorang psikolog dan pembawa acara podcast "Authentic Parenting," menjelaskan, "Orangtua sering menaruh banyak tekanan pada diri mereka sendiri untuk selalu tenang dan sabar serta memiliki anak-anak yang berperilaku baik. Namun, ini sering kali tidak realistis."
Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak orangtua yang tanpa sadar menghabiskan waktu terlalu banyak di media sosial. Padahal, menghapus satu aplikasi saja dapat memberikan waktu dan energi yang lebih untuk Anda.
Seewald menambahkan, "Anda mungkin tidak menyadari bagaimana media sosial menghabiskan waktu Anda, tetapi itu adalah sumber stres latar belakang yang bisa Anda kendalikan."
Baca juga : Tingkat Stres Orangtua Meningkat: Dokter Mengingatkan Pentingnya Perawatan Diri
Selain itu, jangan ragu untuk menyederhanakan jadwal anak-anak Anda. Anda tidak perlu menghadiri dua pesta ulang tahun dalam satu akhir pekan. Prioritaskan waktu dan energi Anda untuk hal-hal yang benar-benar penting.
Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan dari keluarga atau tetangga untuk mengurus anak-anak Anda sesekali. Ini bisa memberi Anda waktu untuk beristirahat dan mengisi ulang energi.
Bahkan hal sederhana seperti mendelegasikan tugas rumah tangga kepada anggota keluarga lainnya dapat membantu meringankan beban Anda. "Penting bagi orang tua untuk memikirkan kembali tanggung jawab yang bisa didelegasikan kepada orang lain, seperti mencuci pakaian atau antar jemput anak, agar mereka memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri," saran Seewald.
Baca juga : Gaya Parenting Jennifer Bachdim: Inspirasi Ibu Modern yang Seimbang dan Disiplin
Banyak orangtua merasa kesepian dan terisolasi. Bertemu dengan teman, bahkan sekali seminggu, dapat membantu Anda meluapkan perasaan dan mendapatkan dukungan emosional.
Menghabiskan waktu bersama teman-teman dapat memberikan perspektif baru dan meningkatkan suasana hati Anda. "Melihat seorang teman dapat membantu Anda melampiaskan masalah dan mendapatkan dukungan emosional yang Anda butuhkan, bahkan jika hanya melihat satu orang dalam seminggu," ujar Seewald.
Menghabiskan waktu di alam, meski hanya 15 menit di taman, dapat membantu menenangkan pikiran dan menyegarkan diri. Paparan sinar matahari atau sekadar menyaksikan matahari terbenam bisa memberikan rasa tenang dan menghubungkan Anda dengan sesuatu yang lebih besar.
Baca juga : Pola Asuh Pengaruhi Perilaku Agresif Anak
Hal ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membantu menyeimbangkan pikiran dan emosi Anda. Seewald juga menekankan pentingnya hal ini, "Menghabiskan waktu di alam, bahkan jika hanya untuk 15 menit, dapat membantu menenangkan sistem saraf dan memberi Anda rasa keterhubungan dengan sesuatu yang lebih besar."
Selai itu, jangan lupa melatih kasih sayang kepada diri sendiri. Ketika Anda melakukan kesalahan atau merasa tidak cukup baik, ingatlah untuk bersikap lembut pada diri sendiri.
"Kasih sayang pada diri sendiri berarti bersikap baik dan lembut kepada diri kita sendiri ketika kita membuat kesalahan atau merasa tidak memadai," ujar Seewald.
Merasa tidak cukup baik hanya akan menambah beban stres yang Anda rasakan. Ingatlah, menjadi orangtua adalah perjalanan yang penuh tantangan, tetapi penuh momen indah yang tak terlupakan.
Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat mengurangi stres dan menikmati setiap tahap dalam peran Anda sebagai orangtua. Pada akhirnya, kebahagiaan dan kesejahteraan Anda adalah kunci menciptakan keluarga yang bahagia dan harmonis. (CNN/Z-3)
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Stres bisa bersifat fisik, emosional, atau psikologis, tergantung pada situasi yang dihadapi. Dalam dosis kecil, stres bisa memotivasi, tapi jika berlebihan atau berkepanjangan
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Platform gim imersif global, Roblox, resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh penggunanya melakukan verifikasi usia untuk mengakses fitur chat.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved