Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA panas terik kerap kali mengundang keinginan untuk menenggak minuman dingin dan bersoda. Namun, di balik nikmatnya minuman bersoda yang dingin, tersimpan bahaya yang bisa menyerang tubuh, salah satunya penyakit diabetes.
Melansir dari situs resmi Universitas Airlangga (UNAIR), satu kaleng minuman bersoda rata-rata mengandung 15-18 sendok teh gula dan lebih dari 240 kalori. Selain jumlahnya yang tinggi dan cepat dicerna, gula dan kalori tersebut tidak lantas membuat asupan kalori pada menu makanan turun.
Zat-zat tersebut hanya akan menambah jumlah kalori pada santapan harian, tidak bisa menjadi pengganti. Berlebihnya asupan kalori dan gula ditambah dengan rendahnya aktivitas fisik membuat zat tersebut menjadi jarang digunakan. Kalori dan gula pun akhirnya disimpan lalu menumpuk dalam tubuh.
Baca juga : WHO Sebut Pemanis Non-Gula Tak Dapat Kurangi Berat Badan dan Picu DM Tipe 2
Menggunungnya jumlah gula diduga berkaitan erat dengan diabetes. Ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa minuman bersoda yang mengandung gula mampu meningkatkan risiko berkembangnya penyakit diabetes tipe 2. Selain itu, ada juga penelitian yang mengungkap mengonsumsi satu atau lebih minuman bersoda dalam sehari diduga mampu membuat tubuh lebih sulit mengelola gula darah.
Nyatanya bukan hanya gula darah yang susah dikendalikan, risiko terserang sindrom metabolik pun meningkat. Sindrom metabolik adalah sekumpulan faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Faktor-faktor tersebut meliputi tingginya tekanan darah, kadar lemak dalam darah (trigliserida), kadar gula darah, lemak perut, dan rendahnya tingkat kolesterol baik HDL (High-density lipoprotein)
Pengganti Minuman Bersoda
Baca juga : Solusi Pemanis yang Aman dan Sehat untuk Penderita Diabetes
Apabila kamu berusaha mengganti minuman bersoda biasa dengan yang rendah gula (diet soda), hasilnya tidak lebih baik atau menyehatkan. Memang benar diet soda tidak mengandung gula dan hanya sedikit kalori, bahkan tidak sama sekali. Namun, diet soda biasanya mengandung pemanis buatan. Menurut studi terhadap 66.118 wanita selama 14 tahun, baik minuman bergula asli atau buatan sama-sama meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Jika ingin menurunkan risiko diabetes, jangan konsumsi minuman bersoda. Berdasarkan penelitian, mengganti hanya satu minuman bergula setiap hari dengan air putih, kopi bebas gula atau teh tanpa gula, sudah bisa menurunkan risiko diabetes.
Agar bahaya dari minuman bersoda seperti diabetes tidak mengintai, gantilah hidangan dengan berbagai pilihan sehat seperti air putih, air jahe, smoothie buah yang diblender sendiri, cokelat panas, air lemon, susu, teh hijau, jus jeruk, atau kopi yang semuanya tanpa menggunakan gula atau pemanis buatan.(M-3)
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Penderita diabetes tetap dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang tepat.
Tim peneliti Tufts University berhasil merekayasa bakteri untuk memproduksi Tagatose, pemanis rendah kalori yang mirip gula pasir, dengan biaya lebih terjangkau.
Pemanis buatan seperti sakarin dan asesulfam K sudah lama digunakan sebagai pengganti gula. Namun, rasa pahit yang menyertai sering kali menjadi kendala.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam BMJ Oncology mengungkapkan fakta mengkhawatirkan terkait konsumsi minuman berpemanis buatan.
Pemanis buatan tidak diperbolehkan untuk digunakan pada produk pangan yang diperuntukkan bagi bayi, anak usia di bawah tiga tahun, serta ibu hamil dan menyusui.
Studi terbaru menunjukkan konsumsi minuman yang mengandung erythritol, dapat lebih dari dua kali lipat meningkatkan risiko pembekuan darah pada orang sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved