Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI Alergi Imunologi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Reni Ghrahani Majangsari menyatakan bahwa anak perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena lupus dibandingkan anak laki-laki. Menurutnya, mayoritas kasus lupus terjadi pada anak perempuan, dengan perbandingan yang signifikan yakni sembilan banding satu, terutama pada remaja berusia 11-12 tahun.
Hormon estrogen menjadi faktor utama yang mempengaruhi risiko anak perempuan terhadap lupus. Estrogen, yang diproduksi oleh ovarium, memiliki peran penting dalam mengatur siklus menstruasi, mendukung kehamilan, dan menjaga kesehatan jantung.
"Hormon estrogen berperan dalam memperberat peradangan, yang dapat memicu terjadinya lupus pada anak-anak yang berpotensi atau sudah menderita penyakit ini," jelas Reni seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/5).
Baca juga : 11 Pertanyaan Khusus agar Bunda Mudah Mengenali Tanda Lupus pada Anak
Meskipun penyebab lupus belum sepenuhnya dipahami, faktor-faktor seperti hormon, lingkungan, dan genetik diyakini berinteraksi sebagai penyebabnya.
Gejala lupus pada anak antara lain seringnya demam yang hilang timbul, pucat, penurunan berat badan, kerontokan rambut, serta nyeri sendi dan otot yang kaku di pagi hari.
Reni juga menjelaskan bahwa lupus dapat melibatkan seluruh sistem organ dalam tubuh, termasuk sistem saraf, paru-paru, dan sel-sel darah. Dampaknya dapat berupa penurunan jumlah sel darah merah, putih, dan trombosit, serta pembesaran kelenjar getah bening.
"Selain itu, lupus juga dapat mempengaruhi pertumbuhan remaja, yang dapat mengakibatkan pubertas terlambat," tambahnya. (Ant/Z-10)
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
AHLI bedah Staten Island University Hospital, Dr Indraneil Mukherjee, menjelaskan bahwa seorang manusia dapat tetap hidup meskipun beberapa organ tubuhnya terpaksa harus diangkat.
Pelajari anatomi manusia: fungsi & struktur organ tubuh vital. Panduan lengkap untuk kesehatan & pemahaman diri.
Pelajari anatomi tubuh! Temukan fungsi vital organ dan struktur uniknya. Panduan lengkap untuk kesehatan optimal.
Bayi prematur, yaitu bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, sering menghadapi berbagai masalah kesehatan
Stres di tempat kerja bukan hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga berpotensi merusak organ vital seperti jantung, otak, dan sistem kekebalan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved