Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI bedah Staten Island University Hospital, Dr Indraneil Mukherjee, menjelaskan bahwa seorang manusia dapat tetap hidup meskipun beberapa organ tubuh terpaksa harus diangkat.
Salah satunya adalah usus buntu. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa fungsi usus buntu atau appendix dalam tubuh. Salah satu yang diduga fungsi dari usus buntu adalah membantu mencerna tumbuhan ketika manusia masih banyak makan sayuran.
Dr Indraneil menuturkan pengangkatan usus buntu tidak menimbulkan efek jangka panjang. Pasien juga tidak butuh obat khusus dan bisa pulih dengan cepat.
"Kebanyakan orang bisa kembali ke aktivitas normal dalam beberapa hari, tanpa perubahan pola makan atau perilaku," kata Indraneil, dikutip dari NY Post.
Selanjutnya adalah kantung empedu. Kantung ini menyimpan cairan empedu yang berguna mencerna lemak. Dr Indraneil mengatakan kebanyakan orang bisa hidup normal tanpa kantung empedu, bahkan tanpa perlu obat khusus.
"Setelah diangkat, hati langsung meneteskan empedu ke usus halus. Kadang ada penyesuaian pencernaan di awal, tapi tubuh cepat beradaptasi dalam beberapa minggu," sambungnya.
Pada kondisi normal, seseorang memiliki dua ginjal. Dr Indraneil menuturkan satu ginjal saja sudah cukup untuk kebanyakan orang. Sebagai informasi, ginjal berfungsi menyaring darah, membuang limbah, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
"Kita punya dua, tapi satu saja sudah cukup untuk kebanyakan orang," jelas Dr Indraneil.
Meski begitu, Dr Indraneil mengingatkan orang dengan satu ginjal biasanya tetap perlu melakukan pemeriksaan secara rutin, meski tidak memerlukan obat khusus bila dalam kondisi sehat.
Dr Indraneil menuturkan manusia bisa hidup tanpa lambung. Lambung adalah penggiling makanan pertama yang menyimpan makanan sebelum diproses untuk dicerna.
Dalam beberapa kasus, lambung harus diangkat karena beberapa masalah kesehatan seperti kanker, tukak, hingga bariatrik. Ketika lambung diangkat, maka makanan yang masuk akan langsung ke usus halus.
Sistem pencernaan akan berubah drastis. Dalam kondisi ini, pasien perlu minum suplemen tiap hari hingga menjaga pola makan untuk mencegah dumping syndrome, kondisi ketika makanan terlalu cepat ke usus halus.
"Hidup tetap bisa dijalani, tapi butuh pengawasan diet ketat dan dukungan medis," katanya.
Usus besar berfungsi menyerap air dan nutrisi terakhir dari makanan sebelum menjadi feses. Dr Indraneil mengatakan orang tanpa usus besar bisa lebih sering buang air besar, tapi bentuknya lebih cair. Ini bisa diatur dengan pola makan sehat dan obat anti-diare, tapi perubahannya permanen.
Jika masih bisa, usus yang tersisa dapat disambung ke anus sehingga feses keluar normal, meski lebih sering. Jika tidak, dokter bisa membuatkan kolostomi, sebuah lubang di dinding perut untuk menyalurkan feses ke kantong luar.
"Dengan bantuan perawat, orang tetap bisa hidup normal," katanya.
Seseorang masih bisa hidup meski kehilangan salah satu parunya. Namun, kapasitas pernapasan akan berkurang secara permanen.
Tubuh beradaptasi dengan membuat paru yang tersisa bekerja lebih keras. Meski masih bisa hidup, aktivitas fisik menjadi lebih sulit dan napas terasa pendek seumur hidup.
"Orang atletis bisa beradaptasi dengan baik, tapi harus hati-hati, alergi, flu kecil, atau polusi bisa langsung menurunkan kondisi tubuh," tandasnya. (H-3)
Jelajahi anatomi tubuh manusia! Pelajari fungsi vital organ dan struktur menakjubkan yang menopang kehidupan.
Transplantasi memberikan harapan baru bagi para pasien yang mengalami kegagalan organ. Namun, keterbatasan donor masih jadi kendala.
Ada 5 gejala skoliosis yang wajib diketahui para orang tua agar dapat ditangani sedini mungkin.
Individu yang mengalami long covid menunjukan kelainan pada beberapa organnya setelah terinfeksi.
Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penjualan organ ginjal jaringan Kamboja menimbulkan pertanyaan akan efektivitas kerja Komite Transplantasi Nasional (KTN).
PENULIS Rayni N. Massardi mengoprek kembali 13 cerita pendek (cerpen) lawasnya, menyegarkan bahasa, lalu menambahkan satu cerita baru berjudul Orangutan Bima
Teori bahwa manusia berevolusi karena kebiasaan berlari jarak jauh sempat menuai perdebatan. Berlari menghabiskan energi lebih banyak dibanding berjalan
Lebih dari 70% perusahaan di Asia Tenggara telah mengadopsi inisiatif AI, namun hanya 23% yang benar-benar membawa ke tahap penggunaan transformatif, alias menghasilkan dampak nyata.
Tubuh kita bukan hanya kumpulan sel-sel, tapi juga dihuni berbagai mikroorganisme seperti bakteri, jamur, hingga yeast.
Kedekatan evolusi antara manusia dan simpanse tetap tidak terbantahkan. Perbedaan utamanya justru banyak ditemukan pada DNA noncoding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved