Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ilmuwan Temukan Jawaban Mengapa Manusia Diciptakan untuk Berlari

Margaretha Tiffany
09/11/2025 23:45
Ilmuwan Temukan Jawaban Mengapa Manusia Diciptakan untuk Berlari
Ilustrasi(freepik)

MANUSIA dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk berlari jarak jauh tanpa cepat kelelahan. Keistimewaan ini diyakini berakar dari nenek moyang manusia purba yang mengandalkan ketahanan tubuh untuk berburu hewan sebagai sumber makanan.

Sebuah studi terbaru meninjau kembali teori klasik mengenai cara manusia berburu. Penelitian tersebut menyoroti dua pertanyaan utama, apakah mengejar hewan hingga kelelahan benar-benar menguntungkan secara waktu dan energi. 

Serta apakah strategi tersebut cukup sering digunakan sehingga seleksi alam membentuk tubuh manusia yang tahan berlari.

Efisiensi dalam Perburuan

Teori bahwa manusia berevolusi karena kebiasaan berlari jarak jauh sempat menuai perdebatan. Berlari menghabiskan energi lebih banyak dibanding berjalan, sehingga muncul pertanyaan mengapa pemburu purba memilih cara itu.

Peneliti menguji hipotesis tersebut melalui perhitungan yang menilai perbandingan antara kalori yang diperoleh dari hasil buruan dan energi yang dikeluarkan selama perburuan berlangsung. 

Hasilnya menunjukkan bahwa perburuan yang diselesaikan lebih cepat memberikan keuntungan energi yang lebih besar per jam, meskipun biaya energi per menit meningkat.

Model tersebut juga menilai berbagai pola gerakan seperti berlari, jogging, dan kombinasi keduanya. Irama yang memadukan lari dan jalan cepat terbukti paling efisien karena menjaga tekanan pada mangsa sekaligus membantu pemburu mengatur suhu tubuh.

Kelebihan Fisiologis Manusia

Keunggulan manusia dalam berburu jarak jauh didukung oleh kemampuan tubuh mengatur panas. Hewan berkuku besar yang menjadi mangsa biasanya sulit mengeluarkan panas saat harus berlari lama. Karena bergantung pada pernapasan cepat untuk mendinginkan tubuh.

Sebaliknya, manusia memiliki kulit tanpa bulu dan kelenjar keringat yang tersebar di seluruh tubuh, memungkinkan pelepasan panas secara terus-menerus selama bergerak. Struktur tubuh seperti kaki panjang, tendon yang lentur. 

Serta serat otot lambat yang tahan lelah menjadikan manusia mampu mempertahankan kecepatan stabil dalam waktu lama. Kombinasi tersebut menciptakan keseimbangan antara daya tahan dan efisiensi energi yang tidak dimiliki hewan lain.

Selain model perhitungan, penelitian ini juga menelusuri berbagai catatan sejarah dan etnografi yang menggambarkan pola perburuan di berbagai wilayah. Kisah-kisah tersebut menunjukkan bahwa manusia sering melakukan pengejaran berirama konstan. Hingga hewan tidak lagi mampu melarikan diri.

Beberapa perburuan dilakukan secara individu, sementara yang lain memakai sistem bergantian. Strategi ini dinilai efektif di daerah terbuka yang panas, di mana kemampuan pendinginan tubuh manusia memberikan keuntungan dibanding hewan mangsa.

Arah Evolusi Manusia

Seleksi alam cenderung mempertahankan sifat yang meningkatkan peluang hidup. Jika strategi mengejar mangsa dengan lari jarak jauh sering berhasil, tubuh yang mendukung ketahanan tersebut akan lebih diuntungkan.

Ciri khas manusia seperti kaki panjang, tendon Achilles yang kuat, ligamen leher yang menstabilkan kepala saat berlari. Serta sistem keringat yang efisien dianggap sebagai hasil adaptasi dari pola perburuan itu.

Hingga kini, sebagian masyarakat tradisional masih mempraktikkan teknik berburu dengan pola lari terkendali. Terutama di daerah yang medannya mendukung.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menunjukkan bahwa kemampuan manusia untuk berlari jarak jauh bukan sekadar hasil kebetulan. Melainkan bagian dari strategi bertahan hidup yang terbukti menguntungkan selama ribuan tahun evolusi.

Sumber: earth.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik