Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI sebagian masyarakat Indonesia, Arab Saudi identik sebagai negara tempat ibadah umrah dan haji. Namun sejatinya, kunjungan ke negeri bergurun pasir ini bisa lebih luas lagi, bukan hanya untuk ibadah spiritual. Dari sisi wisata, ada sejumlah tempat di sana yang unik dan menarik.
Wisatawan bisa merasakan sensasi safari gurun, mengunjungi situs-situs warisan dunia, atau berkuda di pantai yang tentunya berbeda dengan pantai-pantai di Indonesia. Penasaran? Berikut tiga daerah wisata ikonik di Arab Saudi yang bisa jadi pilihan.
Kota Jeddah yang populer sebagai pintu gerbang ke Arab Saudi punya banyak tempat yang bisa memberikan pengalaman seru. Seperti, jalan-jalan ke situs warisan dunia Al Balad, menikmati pemandangan di Waterfront Promenade sepanjang Corniche, atau kunjungan ke pasar tradisional seperti Al Alawi dan Souk Al Baghdadiyah. Tempat lain yang juga menarik yaitu Masjid Al Shafei yang bersejarah dan akuarium terkenal, Fakeeh.
Baca juga : Pemkab Samosir Pastikan Kesiapan Objek Wisata Sambut Libur Lebaran 2024
Bagi petualang kuliner, bisa mencicipi makanan lezat di toko roti Al-Saidi Furn yang sudah berdiri sejak 200 tahun lalu. Jeddah juga punya tempat belanja seru, mulai dari Red Sea Mall sampai Jeddah Boulevard yang menawarkan pengalaman belanja modern dan tradisional.
Al Ula memiliki situs warisan dunia Unesco dengan sejarah 200.000 tahun. Tempat ini juga menawarkan acara budaya unik di Maraya, bangunan terbesar di dunia yang dilapisi cermin. Para pencari sensasi petualangan bisa menikmati kegiatan outdoor di antara enam cagar alam di daerah ini, termasuk Jabal Al Fil nan ikonik, yang juga dikenal sebagai Elephant Rock.
Ibu kota Riyadh merupakan perpaduan antara kuno dan modern, rumah bagi akar sejarah Kerajaan Saudi sekaligus kota metropolitan. Di sini, wisatawan dapat berkunjung ke Benteng Al Masmak, benteng dari tanah liat dan lumpur yang berusia 150 tahun. Perjalanan belum lengkap tanpa menjelajahi pasarnya. Pasar Souq Al Zal di Riyadh menawarkan kerajinan tangan tradisional, rempah-rempah dan dupa, pakaian tradisional, barang antik, beragam karpet tenun, dan permadani. Selain itu, ada Museum Nasional Arab Saudi yang menceritakan kisah kerajaan dari zaman prasejarah hingga zaman modern, melalui delapan galeri yang terbungkus dalam bangunan modern.
Itulah tiga lokasi wisata yang ditawarkan Arab Saudi. Sejak membuka pintu bagi wisatawan internasional pada tahun 2019, Saudi Tourism Authority (Otoritas Pariwisata Arab Saudi) rajin mengajak warga dunia untuk untuk menjelajahi budaya, sejarah, dan berpetualang di sana. Serangkaian inisiatif dilakukan untuk memopulerkan Arab Saudi sebagai destinasi yang aman, mudah diakses, dan menarik. Tahun ini, Otoritas Pariwisata Arab Saudi mengadakan serangkaian acara dengan Roadshow Nusuk, platform digital terintegrasi resmi pertama Saudi untuk mempermudah perjalanan ke sana.
Di Indonesia, mereka tengah menyelenggarakan pameran wisata Visit Saudi, Beyond Umrah, 1-5 Mei 2024 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta. Peresmian pameran yang dilakukan oleh Menteri Haji & Umrah Arab Saudi, H.E. Dr. Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah ini turut menghadirkan artis Titi Kamal yang menceritakan pengalamannya berwisata ke sana. "Banyak banget destinasi untuk kita eksplor di sana. Ada tempat-tempat yang indah dengan berbagai kegiatan," ujarnya. (X-8)
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tiga negara yang mendominasi daftar ini, yakni Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Berdasarkan data sementara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah per 28 Desember 2025, tercatat sebanyak 431.754 wisatawan berkunjung ke Semarang.
Kampung Buricak Burinong merupakan salah satu kawasan awal pengembangan desa wisata di Sumedang yang dulu dibangun secara bertahap.
Peringatan Hari Pahlawan di Lorin Group Solo berlangsung meriah dan edukatif. Bersama Soerakarta Walking Tour, karyawan diajak menelusuri jejak sejarah di Kota Solo.
Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan dengan mengikuti upacara bendera, lomba 17an, hingga mengunjungi wisata sejarah dan edukasi.
Rayakan HUT ke-80 RI dengan mengenang perjuangan bangsa melalui kunjungan ke situs bersejarah.
Kampung Inggris akan terintegrasi dengan potensi lokal seperti wisata kuliner, kerajinan batik, seni lengger, hingga rencana pembangunan dermaga wisata di Sungai Serayu
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya menyampaikan Kota Cirebon memiliki sejumlah obyek wisata menarik antara lain wisata sejarah, wisata edukasi hingga wisata kuliner.
Salah satu potensinya yakni museum kelahiran koperasi dan di kota ini memiliki Tugu Koperasi, pengingat sejarah penting dan dapat meningkatkan wisata menjadi sumber PAD
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved