Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN Hari Pahlawan tahun ini berlangsung dengan cara yang berbeda di Lorin Group Solo. Seperti setiap 10 November, manajemen dan karyawan tetap bersemangat mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Namun, kali ini suasananya semakin meriah berkat kolaborasi bersama Soerakarta Walking Tour (SWT).
Sebuah komunitas pecinta sejarah di Kota Bengawan yang mengusung konsep edukasi dengan berjalan-jalan ke berbagai landmark sarat kisah di masa lalu.
Bersama SWT, peringatan Hari Pahlawan kali ini manajemen dan perwakilan karyawan dari masing-masing departemen diajak menyusuri jejak-jejak perjuangan masa Kemerdekaan Indonesia di Kota Solo, tepatnya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Meskipun sempat diguyur hujan, animo peserta tetap membeludak. Menggunakan skuter listrik, mereka memulai perjalanan mengupas kisah-kisah bersejarah dari Loji Gandrung sebagai destinasi perdana.
"Rumah ini dulunya dimiliki oleh seorang pengusaha perkebunan sukses di Vorstenlanden bernama Augustinus Dezentje. Nah, pada masa revolusi kemeredekaan, Loji Gandrung digunakan sebagai markas militer yang dipimpin oleh Kolonel Gatot Subroto. Kolonel Gatot Subroto menjadi Gubernur Militer Surakarta," beber Ketua Soerakarta Walking Tour, Muhammad Aprianto yang sekaligus menjadi guide dalam kegiatan ini.
Perjalanan ke destinasi selanjutnya menuju ke Ndalem Kalitan. Awalnya, Ndalem Kalitan adalah kediaman dari putri tertua Sri Susuhunan Paku Buwana X, yaitu Gusti Kanjeng Ratu Alit. Kemudian pada 1960-an, Ndalem Kalitan dibeli oleh orang tua Ibu Tien Soeharto, yaitu KRMT. Soemoharjomo dan R. Ay. Hatmanti.
"Ornamen Mangkunegaran sangat kuat di Ndalem Kalitan. Hal ini tidak terlepas dari R. Ay. Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto merupakan keturunan dari KGPAA. Mangkoenagoro III," jelas Apri.
Bergeser ke destinasi ketiga, rombongan menuju ke Museum Radya Pustaka, tepatnya di Monumen Ranggawarsita. Fathan, yang juga guide dari SWT, menjelaskan Ranggawarsita diangkat menjadi pujangga Karaton pada tahun 1844 dengan gelar Raden Ngabehi Ranggawarsita.
"Ranggawarsita banyak menuliskan cerita tentang kehidupan bangsa di bawah masa kolonialisme. Kemudian monumen ini diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno sebagai bentuk penghormatan atas karya-karya Ranggawarsita pada 10 November 1953," terangnya.
Destinasi pamungkas menuju Monumen Kenpeitai, yang saat ini dikenal sebagai Hotel Cakra. Di monumen ini terjadi penyerbuan oleh Rakyat Pejuang Surakarta yang menghendaki penyerahan terjadi di Markas Kenpeitai. Situasi ini dipicu perundingan antara KNID yang diketuai Mr. BPH. Soemodiningrat dengan Komandan Kenpeitai, Kapten Sato pada 1 Oktober 1945 yang meminta Kenpeitai menyerahkan kekuasaannya, tetapi gagal, karena Kenpeitai menolak.
"Penyerbuan tersebut menewaskan 1 pejuang Indonesia bernama Arifin. Arifin merupakan pejuang pertama yang gugur saat revolusi kemerdekaan di Kota Solo," imbuhnya.
Personnel Manager Acting Lorin Group Solo, Aris Hermanto mengungkapkan kegiatan wheels tour ini tujuannya selain menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa, sekaligus meningkatkan pengetahuan karyawan tentang jejak Pahlawan dan sejarah kemerdekaan di Kota Solo.
"Setiap tahun, kami selalu memperingati Hari Pahlawan dengan berbagai kegiatan. Seperti mengunjungi dan berdoa bersama di Taman Makam Pahlawan, membuat acara bersama para veteran di Gedung Djoeang, atau ziarah ke Astana Giri Bangun. Tahun ini, kami kemas peringatan Hari Pahlawan dengan lebih seru dan edukatif dengan belajar sejarah yang ada di Kota Solo," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta wheels tour, Galuh mengaku excited mengikuti serangkaian perjalanan dari destinasi satu ke destinasi lainnya. Tak hanya mendapatkan ilmu baru, kegiatan ini juga membuka matanya bahwa setiap titik di Kota Solo memiliki sejarah dalam masa Kemerdekaan Indonesia. "Ternyata tempat-tempat yang setiap hari kita lewati menyimpan banyak kisah sejarah yang menarik. Seru banget," pungkasnya. (*)
Bagi calon pengantin yang dealing selama expo berlangsung, bakal mendapatkan voucher Dewi Kunti Executive Wine and Cigar Lounge sebesar Rp 200 ribu dan diskon sebesar Rp 1,3 juta
Siapa bilang menikmati makanan laut harus merogoh kantong dalam-dalam? Di Lorin Solo Hotel, seafood lovers sudah bisa makan enak dan kenyang berbagai menu makanan laut dengan harga terjangkau.
Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Lorin Group Solo telah menyiapkan berbagai promo menarik.
Dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, Lorin Group Solo melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 8 ekor sapi dan 4 ekor kambing.
Lomba yang disiapkan manajemen adalah lomba menggulung stagen bagi 'bapak-bapak' Head of Department (HOD), lomba merias wajah berpasangan, dan lomba fashion show.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved