Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
FESTIVAL Film Bulanan (Fesbul) 2024 mengumumkan dua film terbaik dari Lokus 3 untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Setelah melalui proses seleksi dengan lebih dari 50 peserta, Last Chicken On Earth dan In the Never Ending Whirl of a Reel terpilih sebagai film terbaik dari wilayah DKI Jakarta.
Last Chicken On Earth disutradarai oleh Deo Mahameru dan diproduseri oleh Andreas Sihombing dan Panji Respati di bawah rumah produksi Cinemahameru.
Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi sineas perempuan dalam melahirkan karya hebat. Film In the Never Ending Whirl of a Reel disutradarai oleh Maria Deandra dan diproduseri oleh Esra Desvita Siagian di bawah rumah produksi Never-Ending Pictures.
Baca juga : Iqbaal Ramadhan Jadi Pemeran dan Produser di Film Perayaan Mati Rasa
Kedua film ini dipilih karena konsep kreatif yang sangat menarik dan unik sehingga memberikan pengalaman berbeda dari karya film lainnya.
Menurut Mohamad Ariansah, salah satu kurator Fesbul, mengatakan film-film ini memiliki kesadaran tentang kualitas teknis yang baik dalam pembuatan film.
“Bukan hanya berfokus pada aspek penceritaan, cara bertuturnya pun bagus, dan tentu saja hal ini patut diapresiasi,” kata Mohamad Ariansah.
Baca juga : Sandiaga Apresiasi Para Peraih Penghargaan Festival Film Bulanan 2023
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Rahma Guntari. “Film In the Never Ending Whirl of a Reel berhasil menyampaikan emosi dalam filmnya kepada penonton. Selain itu, film ini juga menarik secara penokohan,” ujar Rahma.
Kurator Fesbul lainnya, John Badalu, menambahkan, film Last Chicken On Earth secara visual dan cerita sangat menarik karena beda dari yang lain dan memiliki keunikan tersendiri.
“Di Lokus 3 ini juga ada banyak film karya mahasiswa, kita bisa melihat bagaimana semangat anak-anak muda dalam membuat film,” pungkas John.
Fesbul akan membuka pendaftaran Lokus 4 untuk wilayah Bali, NTB, dan NTT. Proses seleksi akan dibuka pada 2 Mei mendatang. Ini adalah kesempatan bagi para sineas dan pembuat film untuk mengikuti jejak kesuksesan karya dari sineas-sineas yang film mereka terpilih di setiap Lokus Fesbul.
Masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang festival, film-film terpilih, serta jadwal seleksi film selanjutnya di laman resmi Fesbul di www.fesbul.com dan akun Instagram @fesbul.id. (B-3)
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Dana Eden, produser pemenang Emmy di balik serial spy thriller 'Tehran', ditemukan meninggal dunia di Athena.
Industri film Indonesia tengah mengalami transformasi besar lewat keberanian para produser yang tidak hanya memproduksi tontonan, tetapi juga mengusung misi perubahan.
Produser Dewi Umaya: film "Sampai Nanti, Hanna!" lebih dari drama romantis, mengusung tema keberanian mengambil keputusan hidup dan pentingnya menghargai proses kehidupan.
FILM horor Anak Kunti baru saja merilis teaser resminya. Dalam teaser berdurasi 1 menit, diperlihatkan beberapa karakter yang bakal muncul dalam film ini. Film dibintangi oleh Iwa K
Tema film pendek Dear Bapak mengangkat bagaimana kasih sayang seorang bapak kepada anaknya. Ada muatan nilai sosial; keluarga, sosial budaya, pendidikan, serta sikap moral.
Sutradara Anggy Umbara dan Produser Dheeraj Kalwani dari film Vina Sebelum 7 Hari memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved