Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI layar lebar kembali diramaikan dengan kehadiran film terbaru berjudul They Will Kill You. Karya sutradara Kirill Sokolov ini mencuri perhatian penonton melalui kombinasi unik antara genre horor, aksi, dan komedi gelap yang dikemas dalam alur cerita penuh kejutan.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film ini mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Ia mengambil pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di gedung tersebut, namun harapan untuk memulai lembaran baru justru berubah menjadi ancaman mematikan.
Ketegangan dimulai saat Asia menyadari adanya serangkaian kejadian misterius, termasuk hilangnya beberapa orang secara tidak wajar.
Ia kemudian menemukan fakta mengejutkan bahwa para penghuni apartemen merupakan anggota kelompok kultus rahasia. Situasi tersebut memaksa Asia berjuang bertahan hidup di tengah kepungan aksi brutal dan teror yang mengancam nyawanya.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah naskah yang kaya akan plot twist. Penonton diajak untuk terus menggali misteri di balik setiap karakter, dengan pengembangan cerita yang segar dan jauh dari kesan klise.
Meski mengusung tema survival yang intens, Sokolov berhasil menyisipkan elemen humor gelap untuk menjaga keseimbangan dinamika cerita.
Selain Zazie Beetz, film ini didukung oleh sederet aktor ternama seperti Myha'la, Patricia Arquette, Tom Felton, dan Heather Graham.
Kehadiran mereka memperkuat atmosfer klaustrofobik yang dibangun melalui pemanfaatan ruang terbatas di dalam gedung apartemen.
Dengan ritme cerita yang padat dan gaya penyutradaraan yang dinamis, They Will Kill You menawarkan pengalaman menonton yang berbeda. Perpaduan aksi yang cepat dan komedi yang tak terduga menjadikannya tontonan yang segar bagi para pencinta film horor modern. (Z-1)
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved