Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk program sarjana dan diploma tahun akademik 2024/2025.
Kegiatan digelar selama tiga hari di beberapa lokasi di lingkungan kampus, dengan pusat kegiatan di Auditorium YPBPI.
Kegiatan PKKMB 2024 diawali dengan Sidang Terbuka Senat yang menjadi momen resmi pelantikan mahasiswa baru. Acara pembukaan ini dipimpin oleh Ketua Senat Universitas, diikuti dengan penyematan jas almamater oleh Rektor ULBI, Prof Setyo Riyanto kepada perwakilan mahasiswa baru.
Baca juga : Kampus UMJ Gelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru 2024
"Penyematan jas almamater ini menandai dimulainya perjalanan Anda sebagai mahasiswa ULBI. Ini adalah langkah pertama menuju pengembangan diri untuk menjadi generasi yang unggul di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Prof Setyo Riyanto.
PKKMB ULBI 2024 memberikan pengenalan berjenjang, mulai dari pengenalan lingkungan kampus tingkat universitas pada hari pertama, dilanjutkan dengan tingkat fakultas pada hari kedua, dan pengenalan program studi pada hari terakhir.
Tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai Tridharma Perguruan Tinggi melalui pendekatan student-centered learning (SCL) yang interaktif, menggunakan simulasi dan teknologi terkini.
Baca juga : Milo Dampingi Mahasiswa Baru UPI Bandung Jalani Masa Orientasi
Wakil Rektor I DR Agus Purnomo melaporkan bahwa total 865 mahasiswa baru yang terdiri dari Fakultas Logistik, Teknologi, dan Bisnis, serta Sekolah Vokasi, telah terdaftar dan siap mengikuti kegiatan ini. “Kami menyambut dengan antusias kehadiran mahasiswa baru tahun ini. Semua mahasiswa telah memenuhi persyaratan akademik dan siap menempuh studi di ULBI."
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PKKMB, ULBI mengadakan Kuliah Perdana dengan tema Smart Campus in Smart City. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Fitrah Rachmat Kautsar, yang membahas topik Beyond Smart City Indonesia, dan Rizky Indri Astuti Nursetiyo, yang mengangkat tema Membangun Budaya Anti Kekerasan dan Perundungan di Kampus ULBI.
Kuliah perdana ini diselenggarakan secara hybrid dan dapat diikuti melalui kanal YouTube ULBI.
Baca juga : Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik Siapkan Proses Transisi Mahasiswa
Tantangan global
Prof Setyo Riyanto juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global, terutama dalam era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
"Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai literasi data dan eknologi, tetapi juga memiliki literasi kemanusiaan. PKKMB ini menjadi kesempatan bagi Anda untuk membentuk diri menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat," tambahnya.
Baca juga : Perguruan Tinggi Perlu Optimalkan Potensi Mahasiswa Baru di Awal Kuliah
Mahasiswa baru juga diajak berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kreatif dan olahraga, seperti fashion show, parade ormawa, hingga gelinding bola.
Pada hari terakhir, Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) diadakan untuk memperkenalkan berbagai organisasi mahasiswa yang dapat menjadi wadah pengembangan softskill. Acara ditutup dengan simbolis color smoke dan pelepasan balon, melambangkan semangat mahasiswa baru untuk berprestasi dan menjelajahi berbagai peluang di kampus ULBI.
"Kegiatan PKKMB ini tidak hanya menjadi pengenalan kampus, tetapi juga merupakan fondasi penting untuk membentuk karakter dan mental mahasiswa yang siap menghadapi era Society 5.0. Kami yakin melalui berbagai aktivitas yang dirancang dalam PKKMB ini, mahasiswa baru akan lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan akademik dan siap menjadi pemimpin masa depan," ujar Prof Setyo Riyanto.
Dengan rangkaian kegiatan yang penuh makna dan interaktif, PKKMB ULBI 2024 diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa baru untuk menjadi generasi penerus bangsa yang kompetitif, inovatif, dan berdaya saing global.
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved