Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR di Kampung Bulak Barat RT 004 RW 06 Kelurahan Cipayung, Kota Depok Depok, Jawa Barat (Jabar), yang sudah terjadi berbulan-bulan belum mengalami tanda-tanda akan surut. Banjir disana akibat tumpukan sampah yang menjulang tinggi hingga menghalangi arus air jembatan penghubung Bulak Barat Cipayung dan Pasir Putih.
Akibat banjir ini aktivitas warga pun sangat terganggu dan khawatir terserang penyakit berjangkit.
"Jalur alternatif yang menghubungkan Bulak Barat dan Pasir Putih tidak bisa dilewati secara permanen. Ketinggian banjir sekarang ini mencapai 1,5 meter dari permukiman," kata Bara, salah seorang warga di lokasi, Rabu (10/7).
Baca juga : 2 Pekan Banjir Belum Juga Surut, 5 Jenis Penyakit Serang Warga Cipayung Depok
Ia mengatakan, kemungkinan banjir di RT 004 RW 06 Kelurahan Cipayung akan terus tambah. Hal itu, karena beberapa hari terakhir gunungan sampah TPA Cipayung berlongsoran dan menutup aliran Kali Pesanggrahan. Bisa dipastikan aliran Kali Pesanggrahan akan membanjiri pemukiman wsrga di sekitar.
Bara mengaku telah menghubungi berbagai pihak untuk menyampaikan keluhan dan laporannya. Namun hingga saat ini belum ada penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
“Segala upaya sudah dilakukan mulai dari lapor ke Kelurahan, Kecamatan, bahkan sampai ke Wali Kota Depok Depok. Jadi tinggal penyelesaiannya saja yang belum ada tindakan,” ucap Bara.
Baca juga : Cegah Banjir, Dinas PUPR Kota Depok Normalisasi Kali Sunter
Ia menjelaskan alasan wilayahnya masih direndam banjir sejak 6 bulan lalu. Dia menduga banjir tak surut lantaran penumpukan sampah.
“Penyebab banjir karena ada penyempitan badan Kali Pasanggrahan. Sampah dari pembuangan itu nggak bisa padat, terus turun ke badan Kali Pasanggrahan jadi air tidak ada celah air buat ngalir,” ujarnya.
Sampah yang terus turun dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung semakin menumpuk, terutama di area jembatan. Badan Kali Pasanggrahan yang menyempit membuat air meluap ke area pemukiman warga.
Baca juga : Gunungan Sampah Sumbat Jembatan Mampang Depok, 300 Rumah Dilanda Banjir
“Sebelumnya Kali Pasanggrahan itu lebarnya 4-5 meter, saat ini cuma 1 meter karena penyempitan oleh sampah,” katanya.
Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah menjelaskan, banjir yang merendam pemukiman RT 004 RW 06 Kelurahan Cipayung akibat letak lokasi pemukimannya berada di area cikungan kali.
"Satgas Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok telah menurunkan satu regu yang terdiri dari 10 personel berikut 4 unit mesin pengeruk untuk melakukan penanganan banjir di Cipayung. Namun upaya tersebut belum juga membuahkan hasil. Terlebih saat ini gunungan sampah TPA Cipayung terus berlongsoran hingga menimbun aliran kali Pesanggrahan. Sehingga luapan banjir masuk hingga ke rumah-rumah warga sekitar serta menyebabkan arus lalu lintas tersendat," kata Bahtiar saat dimintai konfirmasinya, Rabu (10/7).
Baca juga : Banjir Lumpur 1 Meter Terjang Permukiman Warga Kampung Bulak Cipayung Depok
Saat ini, lanjut Bahtiar satgas terus berjibaku mengangkat sampah longsoran TPA di Kali Pesanggrahan.
"Hari ini kami mengeruk serta mengangkat 2 ton l sampah TPA yang menutupi badan Kali Pesanggrahan," katanya.
Longsoran sampah TPA Cipayung, lanjutnya, tidak hanya tersangkut di jembatan penghubung antara Kampung Bulak Barat Cipayung dan Pasir Putih melainkan juga tersangkut di Kali Cabang Barat di Kolong Jembatan Mampang.
"Banjir di Cabang Barat akibat adanya sampah yang menumpuk dan tersangkut. Jenis sampah yang tetsangkut terdiri dari batang pohon, plastik, styrofoam, botol. Tadi malam Satgas kami sudah turun. Sampah sudah kami angkat dan banjir sudah mulai surut, meski penanganan masih terus berlanjut," terangnya.
Bahtiar berharap, masyarakat bisa bahu membahu melakukan normalisasi saluran secara swadaya. Terlebih, saat ini masih musim penghujan dan rentan akan adanya genangan maupun banjir.
“Kami harap, masyarakat juga turut membantu pemerintah dalam melakukan normalisasi saluran air. Sehingga diharapkan kejadian banjir ini tidak terulang. Kami juga meminta warga untuk menjaga dan merawat lingkungan,” harapnya (KG)
Melalui kolaborasi tiga program utama Kang Pisman, Buruan SAE, dan Dapur Dashat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadirkan solusi terintegrasi dari hulu ke hilir.
Program ini mengajak para tamu untuk menikmati momen berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, dan kolega dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Pergeseran ini diharapkan lebih memaksimalkan kinerja aparatur pemerintahan
Pada tahun kedua kini fokus utama adalah memperluas dampak pembangunan melalui tiga pilar kebijakan
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Digitalisasi juga terus dikembangkan, antara lain melalui pemasangan dashboard pemantauan real-time di depo serta penerapan checksheet digital dalam proses pemeriksaan sarana.
Pencetakan SPPT merupakan kegiatan rutin tahunan yang nanti akan didistribusikan kepada para wajib pajak.
Pada Januari, cakupan UHC berada di angka 98,03%. Dalam waktu satu bulan, terjadi peningkatan lebih dari satu persen hingga menembus 99,11%
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Sejauh ini sudah ada 39 varietas lokal yang sudah didaftarkan ke PPVTPP Kementerian Pertanian.
Saat ini 4.320 pegawai telah diangkat menjadi P3K paruh waktu. Rinciannya yaitu 2.379 guru dan 1.941 orang tenaga kependidikan.
MAKAN bergizi gratis (MBG) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang saat ini tengah diaudit BPKP.
MENYAMBUT bulan suci Ramadan, Keraton Kasepuhan kembali menggelar tradisi dlugdag. Tradisi ini sebagai momen menyambut gembira kehadiran bulan yang penuh berkah.
Upaya ini mencakup manajemen rekayasa lalu lintas (lalin), perbaikan penerangan jalan umum (PJU), hingga penataan sarana parkir bagi pengunjung.
Dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri jika ingin tumbuh optimal.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani yang menjadi perhatian nasional.
Buky sangat mengapresiasi dengan sistem pengolahan sampah di Pasar Induk Caringin yang bisa menghasilkan produk bermanfaat bagi masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved