Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Cegah Lonjakan Suaka, Australia Larang Kunjungan Warga Iran Selama Enam Bulan

Thalatie K Yani
26/3/2026 07:34
Cegah Lonjakan Suaka, Australia Larang Kunjungan Warga Iran Selama Enam Bulan
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke(Media Sosial X)

PEMERINTAH Australia resmi memberlakukan larangan masuk bagi pengunjung asal Iran mulai Kamis waktu setempat. Langkah tegas ini diambil dengan alasan konflik yang terus memanas di Timur Tengah meningkatkan risiko para pemegang visa jangka pendek akan menolak pulang ke negara asalnya setelah masa berlaku visa mereka habis.

Departemen Dalam Negeri Australia menyatakan selama enam bulan ke depan, individu yang bepergian dengan paspor Iran akan dilarang mengunjungi Australia untuk tujuan pariwisata maupun pekerjaan.

"Konflik di Iran telah meningkatkan risiko bahwa beberapa pemegang visa sementara mungkin tidak dapat atau tidak mungkin meninggalkan Australia ketika visa mereka habis masa berlakunya," tulis departemen tersebut dalam pernyataan resminya.

Kebijakan Tegas Pemerintah

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menegaskan langkah ini diambil untuk menjaga integritas sistem imigrasi negara tersebut. Ia menekankan status izin tinggal permanen haruslah menjadi keputusan pemerintah yang terencana, bukan sekadar dampak kebetulan dari situasi konflik.

"Ada banyak visa kunjungan yang diterbitkan sebelum konflik di Iran, yang mungkin tidak akan diterbitkan jika diajukan sekarang," ujar Tony Burke. "Keputusan mengenai izin tinggal tetap di Australia harus merupakan keputusan pemerintah yang disengaja, bukan konsekuensi acak dari siapa yang memesan liburan."

Meski demikian, pemerintah tetap memberikan pengecualian tertentu berdasarkan kasus per kasus, terutama bagi orangtua dari warga negara Australia. Saat ini, terdapat lebih dari 85.000 penduduk Australia yang lahir di Iran, dengan komunitas diaspora yang besar di kota-kota utama seperti Sydney dan Melbourne.

Ketegangan Diplomatik yang Memanas

Hubungan diplomatik antara Canberra dan Teheran sendiri tengah berada di titik rendah. Awal bulan ini, Australia membuat geram pemerintah Iran setelah memberikan suaka kepada tujuh pemain dan ofisial dari tim nasional sepak bola putri Iran yang sedang berkunjung.

Para pemain tersebut sebelumnya dicap sebagai "pengkhianat" oleh otoritas di negaranya setelah mereka menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Piala Asia. Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap Republik Islam Iran.

Namun, dinamika kasus suaka tersebut sempat berubah secara misterius. Lima dari tujuh individu tersebut belakangan membatalkan keputusan mereka untuk mencari perlindungan di Australia. Hal ini memicu kecurigaan kuat bahwa keluarga mereka yang berada di Iran telah mendapatkan ancaman dari pihak otoritas setempat.

Larangan masuk selama enam bulan ini dipandang sebagai upaya Australia untuk meminimalkan potensi beban administrasi dan diplomatik lebih lanjut di tengah ketidakpastian situasi di wilayah Teluk. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya