Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Prabowo: Indonesia tak Beri Komitmen Iuran Dana di Board of Peace

M Ilham Ramadhan Avisena
22/3/2026 18:16
Prabowo: Indonesia tak Beri Komitmen Iuran Dana di Board of Peace
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) di Genewa, Swis(AFP)

PRESIDEN  Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak memiliki komitmen finansial dalam skema iuran Board of Peace atau BoP, meski membuka peluang kontribusi dalam bentuk lain seperti pasukan perdamaian dan bantuan kemanusiaan.

Dalam diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube Prabowo Subianto, Prabowo menjelaskan bahwa skema BoP memang menawarkan status keanggotaan tertentu dengan kewajiban kontribusi dana besar bagi anggota tetap.

"Konsep BoP, itu mereka mengatakan bahwa boleh, anggota yang ingin menjadi anggota board of peace, boleh pilih dua. Kalau mau jadi anggota permanent, berarti istilahnya mungkin premium member lah. Pokoknya, Anda ada di situ, diminta sumbangan US$1 miliar," ujarnya

Namun, ia menegaskan Indonesia tidak pernah menyatakan kesediaan untuk mengikuti skema iuran tersebut. Menurutnya, posisi Indonesia sejak awal hanya sebatas kesiapan berkontribusi dalam misi perdamaian.

“Kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran US$1 miliar. (Tidak pernah ada komitmen finansial yang disetujui oleh Indonesia?) Tidak, tidak pernah," kata Prabowo. 

Prabowo menyebut pembahasan terkait BoP sempat muncul dalam pertemuan di Washington pada Februari lalu, yang dihadiri sejumlah negara donor. Namun Indonesia tidak masuk dalam kelompok tersebut.

"Karena Indonesia nggak ada di sini. Karena saya juga komitmen, saya tidak komit uang sama sekali," tuturnya. 

Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tetap siap terlibat dalam upaya perdamaian melalui pengiriman pasukan jika dibutuhkan.

"Kita mengatakan, kita siap untuk pasukan perdamaian, berapa yang diminta," ungkapnya. 

Terkait pembiayaan rekonstruksi di Gaza, Prabowo menilai kontribusi Indonesia masih bergantung pada perkembangan situasi di lapangan, terutama terkait kemungkinan tercapainya gencatan senjata.

"Kalau benar-benar gencatan senjata terus berhasil, dan sudah mulai pembangunan, bisa saja Indonesia ikut serta," jelasnya. 

Ia menambahkan, kontribusi Indonesia dalam isu kemanusiaan sebenarnya sudah berjalan, termasuk melalui lembaga seperti Baznas yang sebelumnya telah membangun fasilitas seperti rumah sakit.

"Kita punya Baznas, sebelum ini pun kita sudah bangun rumah sakit, kita sudah bikin macam-macam di situ dan jadi bantuan kemanusiaan," pungkas Prabowo. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik