Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESDIEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk melanjutkan reformasi Polri di tengah kekhawatiran bahwa berbagai rekomendasi perubahan kerap berhenti di atas kertas. Ia menyebut perbaikan lembaga penegak hukum sebagai bagian dari agenda besar transformasi negara yang menjadi mandat dari rakyat.
Menurut Prabowo, reformasi tidak hanya bergantung pada rekomendasi Komite Reformasi Polri yang dipimpin Jimly Asshiddiqie, tetapi merupakan proses berkelanjutan yang harus dijalankan pemerintah secara menyeluruh.
"Yang saya katakan adalah hasrat untuk memperbaiki semua lembaga, termasuk kepolisian, itu tidak semata-mata harus dari suatu komite reformasi. Tapi komite reformasi adalah alat bantu yang sangat penting," ujarnya saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang disiarkan di Youtube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu (22/3).
Ia membuka kemungkinan sebagian rekomendasi akan segera dijalankan, sementara lainnya bisa ditunda dengan pertimbangan tertentu.
"Ya kita pelajari nanti, yang mana kita bisa lakukan cepat, kita lakukan. Yang mana kita anggap belum bisa dilakukan, ya kita mungkin tunda," kata Prabowo.
Meski demikian, ia menegaskan standar yang ingin dicapai tidak bisa ditawar, yakni aparat penegak hukum yang profesional, bersih, dan berintegritas.
"Negara butuh lembaga-lembaga penegak hukum yang profesional, yang bersih, yang tidak korup, yang penuh integritas, itu mutlak," ungkap Kepala Negara.
Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi institusi untuk melakukan pembenahan internal sebelum intervensi lebih jauh dilakukan pemerintah.
Dalam praktiknya, Prabowo mengeklaim sudah ada langkah penindakan terhadap aparat yang bermasalah, baik di kepolisian maupun militer. Ia menilai arah tersebut menunjukkan perbaikan mulai berjalan.
Prabowo juga menyinggung persoalan yang lebih luas, seperti praktik ilegal yang melibatkan oknum aparat, mulai dari penyelundupan hingga tambang ilegal.
Ia mempertanyakan lemahnya pengawasan di lapangan jika praktik-praktik tersebut masih terjadi.
"Bagaimana ada tambang ilegal, Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Danrem tidak tahu. Untuk apa kita punya pejabat seperti itu?" tuturnya.
Menurutnya, reformasi tidak boleh hanya menyasar satu institusi, melainkan harus mencakup seluruh aparat penegak hukum, termasuk TNI.
"Saya alumni TNI, TNI harus beresin diri. Saya nggak rela, institusi saya, yang begitu dicintai rakyat, tercemar oleh pejabat-pejabat," kata dia.
"Jadi, jawaban saya, polisi yang baik, dan tentara yang hebat dan baik, itu tuntutan rakyat. Bukan selera pimpinan," pungkas Prabowo. (H-4)
PRESIDEN Prabowo Subianto membuka kemungkinan penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia, meski menekankan keputusan akhir tetap bergantung pada kajian para ahli.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak memiliki komitmen finansial dalam skema iuran Board of Peace atau BoP, peluang kontribusi dalam bentuk lain seperti pasukan perdamaian
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
PRESDIEN Prabowo Subianto menegaskan program makan bergizi gratis atau MBG tak akan dihentikan meski mendapat kritik terkait besarnya kebutuhan anggaran di tengah tekanan fiskal.
PRESIDEN Prabowo Subianto menilai kebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Timur Tengah harus tetap berpegang pada prinsip nonblok di tengah konflik yang saling bertaut.
Kesadaran hukum yang tinggi di tengah masyarakat secara otomatis akan memperkuat kredibilitas Polri dalam menjalankan fungsinya.
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa laporan final hasil kajian komite tersebut telah rampung dan siap diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai hasil akhir, forum diskusi ini merumuskan sejumlah rekomendasi profesional yang akan disampaikan kepada pihak kepolisian terkait.
Ketua Divisi Riset dan Dokumentasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Hans Giovanny Yosua mengingatkan agar Polri tidak disalahgunakan.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menyebut kultur kekerasan di Polri berakar dari kurikulum pendidikan yang masih militeristik. Perlu dekonstruksi total pada SPN dan sistem meritokrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved