Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Prabowo Bantah Reformasi Polri Mandek, Negara Butuh Penegak Hukum Bersih

M Ilham Ramadhan Avisena
22/3/2026 17:38
Prabowo Bantah Reformasi Polri Mandek, Negara Butuh Penegak Hukum Bersih
Presiden Prabowo Subianto.(Antara Foto)

PRESDIEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk melanjutkan reformasi Polri di tengah kekhawatiran bahwa berbagai rekomendasi perubahan kerap berhenti di atas kertas. Ia menyebut perbaikan lembaga penegak hukum sebagai bagian dari agenda besar transformasi negara yang menjadi mandat dari rakyat.

Menurut Prabowo, reformasi tidak hanya bergantung pada rekomendasi Komite Reformasi Polri yang dipimpin Jimly Asshiddiqie, tetapi merupakan proses berkelanjutan yang harus dijalankan pemerintah secara menyeluruh.

"Yang saya katakan adalah hasrat untuk memperbaiki semua lembaga, termasuk kepolisian, itu tidak semata-mata harus dari suatu komite reformasi. Tapi komite reformasi adalah alat bantu yang sangat penting," ujarnya saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang disiarkan di Youtube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu (22/3). 

Ia membuka kemungkinan sebagian rekomendasi akan segera dijalankan, sementara lainnya bisa ditunda dengan pertimbangan tertentu.

"Ya kita pelajari nanti, yang mana kita bisa lakukan cepat, kita lakukan. Yang mana kita anggap belum bisa dilakukan, ya kita mungkin tunda," kata Prabowo. 

Meski demikian, ia menegaskan standar yang ingin dicapai tidak bisa ditawar, yakni aparat penegak hukum yang profesional, bersih, dan berintegritas.

"Negara butuh lembaga-lembaga penegak hukum yang profesional, yang bersih, yang tidak korup, yang penuh integritas, itu mutlak," ungkap Kepala Negara. 

Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi institusi untuk melakukan pembenahan internal sebelum intervensi lebih jauh dilakukan pemerintah.

Dalam praktiknya, Prabowo mengeklaim sudah ada langkah penindakan terhadap aparat yang bermasalah, baik di kepolisian maupun militer. Ia menilai arah tersebut menunjukkan perbaikan mulai berjalan.

Prabowo juga menyinggung persoalan yang lebih luas, seperti praktik ilegal yang melibatkan oknum aparat, mulai dari penyelundupan hingga tambang ilegal.

Ia mempertanyakan lemahnya pengawasan di lapangan jika praktik-praktik tersebut masih terjadi.

"Bagaimana ada tambang ilegal, Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Danrem tidak tahu. Untuk apa kita punya pejabat seperti itu?" tuturnya. 

Menurutnya, reformasi tidak boleh hanya menyasar satu institusi, melainkan harus mencakup seluruh aparat penegak hukum, termasuk TNI.

"Saya alumni TNI, TNI harus beresin diri. Saya nggak rela, institusi saya, yang begitu dicintai rakyat, tercemar oleh pejabat-pejabat," kata dia. 

"Jadi, jawaban saya, polisi yang baik, dan tentara yang hebat dan baik, itu tuntutan rakyat. Bukan selera pimpinan," pungkas Prabowo. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik