Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di Timur Tengah terus meluas hingga ke wilayah Irak. Serangan udara dilaporkan menghantam pangkalan militer Jurf al-Sakher (yang juga dikenal sebagai Jurf al-Nasr) di Irak Selatan pada Sabtu (28/2/2026).
Insiden ini menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa lainnya. Itu terjadi tepat saat Amerika Serikat dan Israel meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.
Sel keamanan pemerintah Irak mengumumkan bahwa serangan udara tersebut terjadi pada pukul 11:50 pagi waktu setempat. Wilayah Jurf al-Nasr menjadi sasaran beberapa proyektil yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer di lokasi tersebut.
Pangkalan itu merupakan markas bagi Hashed al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), kelompok paramiliter yang kini telah terintegrasi ke dalam struktur tentara reguler Irak. Namun, pangkalan khusus ini diketahui menampung faksi Kataeb Hezbollah, kelompok pro-Iran yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klaim tanggung jawab resmi. Sumber internal Hashed al-Shaabi menyatakan bahwa belum jelas apakah serangan tersebut dilakukan oleh pesawat tempur Amerika Serikat atau Israel. Mengingat Presiden AS Donald Trump baru saja bersumpah untuk menghancurkan aset angkatan laut dan rudal Iran, spekulasi mengenai keterlibatan Washington sangat kuat.
Kataeb Hezbollah merupakan bagian dari Poros Perlawanan yang didukung Teheran. Kelompok ini memiliki reputasi bertindak secara otonom dan sering terlibat dalam konfrontasi langsung dengan pasukan AS di Irak dan Suriah.
Menanggapi agresi ini, pihak milisi telah mengeluarkan peringatan keras kepada Washington. Kelompok tersebut mendesak para pejuangnya untuk bersiap menghadapi perang yang berpotensi panjang di wilayah tersebut. Mereka mengancam akan memberikan kerugian besar bagi aset-aset Barat jika eskalasi terus berlanjut.
Serangan ini menandai babak baru ketidakpastian keamanan di Irak, di mana wilayah kedaulatannya kembali menjadi medan tempur antara kekuatan global dan proksi regional. (I-2)
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam operasi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
Setidaknya 40 orang tewas dalam serangan di sekolah dasar perempuan Minab, Iran Selatan. UEA cegat rudal Iran, sementara Oman desak AS hentikan keterlibatan.
Iran luncurkan rudal ke pangkalan AS di Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, dan UEA. PBB peringatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Cek faktanya.
Presiden Prabowo Subianto tawarkan diri jadi mediator AS-Iran. Sementara itu, serangan Israel ke sekolah di Iran tewaskan 24 siswa dan Rusia imbau warga tinggalkan Israel.
OPERASI militer yang menyasar lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran diduga kuat menempatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai target utama.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved