Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, PSI Minta Semua Pihak Menahan Diri

Irvan Sihombing
02/3/2026 13:21
Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, PSI Minta Semua Pihak Menahan Diri
Suasana setelah terjadi serangan di dekat Universitas Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026).(Xinhua)

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam operasi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sikap tersebut disampaikan PSI sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Wakil Ketua Umum DPP PSI Isyana Bagoes Oka menegaskan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan suatu negara tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

"Penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara tidak bisa dibenarkan. Kami mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah mencederai hukum internasional," kata Isyana dalam keterangan tertulis, Senin (2/3).

Sejalan dengan pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, PSI menyerukan seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi guna mencegah konflik semakin meluas.

"Eskalasi konflik telah terjadi dan sudah merembet ke negara-negara lain. Tidak ada pilihan, semua pihak harus menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi, agar eskalasi konflik tidak makin menjalar ke tempat lain," tandas Isyana.

PSI menilai pendekatan dialog menjadi langkah penting untuk meredam ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.

Dalam pernyataannya, PSI juga menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri menjadi mediator dalam proses perdamaian antara pihak-pihak yang berkonflik.

"Sesuai amanat di Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," pungkas Isyana.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk memediasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia bahkan menyatakan siap berkunjung ke Teheran apabila seluruh pihak menyepakati upaya dialog tersebut guna menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif di Timur Tengah.

Hingga kini, operasi militer Israel bersama Amerika Serikat di Iran dilaporkan masih berlangsung. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan operasi tersebut akan berjalan hingga empat pekan atau kemungkinan lebih singkat, dengan serangan tetap dilakukan sampai seluruh tujuan militer tercapai. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya