Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Terjerat Skandal Jeffrey Epstein, Mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers Mundur dari Harvard

Thalatie K Yani
26/2/2026 04:04
Terjerat Skandal Jeffrey Epstein, Mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers Mundur dari Harvard
Larry Summers resmi pensiun dari Universitas Harvard dan mundur dari jabatan direktur buntut skandal hubungannya dengan Jeffrey Epstein.(Media Sosial X)

EKONOM terkemuka sekaligus mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Larry Summers, mengumumkan rencana pengunduran dirinya dari Universitas Harvard pada Rabu waktu setempat. Langkah ini diambil di tengah pengawasan ketat atas hubungannya dengan terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Summers menyebut pensiun ini sebagai "keputusan yang sulit". Namun ia mengaku tetap bersyukur atas pengalaman mengajar di universitas bergengsi tersebut.

"Saya bersyukur kepada ribuan mahasiswa dan kolega yang telah saya ajar dan ajak bekerja sama," ujar Summers.

Mundur dari Jabatan Strategis

Tidak hanya meninggalkan kursi profesor, Summers juga melepaskan perannya sebagai salah satu direktur di Mossavar-Rahmani Center for Business and Government. Juru bicara Harvard, Jason Newton, mengonfirmasi dekan Harvard Kennedy School telah menerima pengunduran diri tersebut.

Langkah ini diambil berkaitan dengan tinjauan berkelanjutan oleh universitas terhadap dokumen-dokumen terkait Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dirilis oleh pemerintah. Berdasarkan keterangan Newton, Summers akan mengambil cuti hingga akhir tahun akademik dan tidak akan mengajar atau menerima bimbingan mahasiswa baru.

Jejak Karier dan Tekanan Publik

Larry Summers merupakan tokoh sentral dalam ekonomi AS. Ia menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah Presiden Bill Clinton (1999-2001) dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional di bawah Presiden Barack Obama. Ia berperan penting dalam merancang kebijakan stimulus saat Krisis Keuangan Global.

Namun, karier cemerlangnya kini terbayang-bayang oleh keterkaitannya dengan Epstein. Dokumen yang dirilis beberapa bulan terakhir menunjukkan korespondensi pribadi selama bertahun-tahun antara keduanya, termasuk email yang mengungkap komentar seksis dari Summers serta upayanya mencari saran romantis dari Epstein.

Pada November lalu, Summers sempat menyatakan penyesalan mendalam atas hubungan tersebut.

"Saya merasa sangat malu dengan hubungan saya dengan Epstein. Saya menghentikan sementara semua kegiatan publik sembari berupaya membangun kembali kepercayaan dan memperbaiki hubungan," ungkapnya kala itu.

Dampak Beruntun

Skandal ini telah memberikan dampak domino pada posisi strategis Summers lainnya. Ia telah dilarang seumur hidup dari American Economic Association dan mengundurkan diri dari dewan direksi OpenAI serta dewan penasihat bank Spanyol, Santander.

Meski Harvard menolak berkomentar mengenai kemungkinan pemecatan atau detail paket finansial pengunduran dirinya, Summers menyatakan rencananya untuk tetap berkontribusi di dunia akademik secara independen.

"Bebas dari tanggung jawab formal, sebagai Presiden Emeritus dan profesor yang pensiun, saya menantikan waktu untuk terlibat dalam penelitian, analisis, dan komentar mengenai berbagai isu ekonomi global," pungkasnya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya