Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Trump Tuntut Harvard Bayar Ganti Rugi Rp15,7 Triliun

Thalatie K Yani
03/2/2026 12:39
Trump Tuntut Harvard Bayar Ganti Rugi Rp15,7 Triliun
Harvard(Harvard University)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan dengan institusi pendidikan elite. Melalui platform Truth Social pada Senin (2/2) malam, Trump mengumumkan pemerintahannya kini menuntut ganti rugi sebesar US$1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun) dari Harvard University.

Langkah ini diambil setelah munculnya laporan dari New York Times yang menyebutkan Harvard sempat memenangkan beberapa konsesi dalam negosiasi penyelesaian, yang sedang berlangsung dengan pemerintah.

"Kami sekarang menuntut Ganti Rugi Satu Miliar Dolar, dan tidak ingin berurusan lebih lanjut, di masa depan, dengan Harvard University," tulis Trump dalam unggahannya.

Tekanan Terhadap Ideologi "Woke"

Pemerintahan Trump menuduh Harvard dan sejumlah perguruan tinggi lainnya mempromosikan apa yang mereka sebut sebagai ideologi "woke". Selain itu, pemerintah menuding kampus-kampus tersebut gagal memberikan perlindungan yang cukup bagi mahasiswa Yahudi selama protes pro-Palestina berlangsung.

Para kritikus menilai langkah ini sebagai kampanye tekanan sistematis oleh pemerintah terhadap universitas-universitas beraliran liberal. Sebelum Harvard, beberapa institusi Ivy League lainnya telah lebih dulu tunduk pada tuntutan Trump:

  • Columbia University: Sepakat membayar US$ 200 juta musim panas lalu dan berjanji menghapus pertimbangan ras dalam penerimaan mahasiswa maupun perekrutan staf.
  • University of Pennsylvania: Menyetujui kebijakan pemerintah untuk melarang perempuan transgender berpartisipasi dalam olahraga perempuan.

Negosiasi yang Buntu

Sejarah negosiasi antara Trump dan Harvard terbilang alot. Pada September lalu, Trump sempat menyatakan  kesepakatan senilai US$500 juta hampir tercapai, yang mana sebagian dana tersebut akan dialokasikan untuk pembukaan sekolah kejuruan. Namun, Trump kini menolak mentah-mentah konsep tersebut.

"Mereka ingin menjalankan konsep pelatihan kerja yang berbelit-belit, tetapi itu ditolak karena sepenuhnya tidak memadai dan, menurut hemat kami, tidak akan berhasil," tegas Trump.

Trump menambahkan tawaran tersebut hanyalah cara Harvard untuk menghindari pembayaran tunai dalam jumlah besar. Menurutnya, angka US$500 juta seharusnya jauh lebih tinggi mengingat adanya "ilegalitas serius dan keji" yang diklaim telah dilakukan oleh pihak universitas, meski ia tidak merinci undang-undang mana yang telah dilanggar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Harvard University belum memberikan pernyataan resmi terkait lonjakan tuntutan ganti rugi yang fantastis tersebut. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya