Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Larry Summers Akui “Sangat Malu” atas Hubungannya dengan Jeffrey Epstein, Mundur dari Komitmen Publik

Thalatie K Yani
18/11/2025 11:32
Larry Summers Akui “Sangat Malu” atas Hubungannya dengan Jeffrey Epstein, Mundur dari Komitmen Publik
Larry Summers mengaku “sangat malu” atas hubungan masa lalunya dengan Jeffrey Epstein dan memutuskan mundur dari berbagai aktivitas publik. (Media Sosial X)

MANTAN Presiden Harvard University Larry Summers menyatakan dirinya “sangat malu” atas hubungan masa lalunya dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual. Dalam pernyataannya kepada CNN pada Senin malam, Summers mengatakan akan mundur dari seluruh kegiatan publik demi membangun kembali kepercayaan dan memperbaiki hubungan. Meski ia menegaskan tetap akan memenuhi kewajibannya sebagai pengajar di Harvard University.

“Saya sangat malu atas tindakan saya dan menyadari rasa sakit yang ditimbulkannya. Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan keliru untuk terus berkomunikasi dengan Tuan Epstein,” ujar Summers. “Sambil tetap memenuhi kewajiban mengajar, saya akan mundur dari komitmen publik sebagai bagian dari upaya memperbaiki kepercayaan dengan orang-orang terdekat saya.”

Pernyataan ini muncul setelah sebuah komite di DPR AS merilis korespondensi pribadi yang menunjukkan komunikasi Summers dan Epstein selama bertahun-tahun. Email-email tersebut berisi candaan bernada seksis, obrolan mengenai isu politik, hingga percakapan mengenai kehidupan pribadi Summers, termasuk saran romantis yang ia minta dari Epstein.

Pengungkapan itu memicu kritik keras, termasuk dari Senator Elizabeth Warren. Mantan profesor Harvard Law School tersebut menilai Harvard perlu memutus hubungan dengan Summers, yang pernah menjabat sebagai presiden universitas itu pada 2001-2006. Menurut Warren, hubungan Summers dengan Epstein menimbulkan pertanyaan serius soal kelayakannya berinteraksi dengan mahasiswa.

“Selama puluhan tahun, Larry Summers menunjukkan kedekatan dengan kalangan elite kaya. Tetapi kesediaannya untuk terus berhubungan dengan pelaku kejahatan seksual menunjukkan buruknya penilaian,” kata Warren.

“Jika ia tidak mampu menjaga jarak dari Jeffrey Epstein meski dunia sudah mengetahui pelanggaran seksual Epstein terhadap anak di bawah umur, maka Summers tidak bisa dipercaya mengajar mahasiswa di Harvard atau tempat lain.”

Harvard belum memberikan komentar atas permintaan dari CNN.

Pihak Center for American Progress (CAP), lembaga think tank tempat Summers menjadi senior fellow, mengonfirmasi Summers mengakhiri perannya di organisasi tersebut setelah menyatakan mundur dari aktivitas publik.

Dokumen DPR AS yang dirilis pekan lalu mencakup puluhan ribu halaman dari pihak pengelola harta Epstein. Di dalamnya terdapat korespondensi antara Summers dan Epstein setidaknya pada periode 2013–2019, termasuk percakapan mengenai isu global, politik AS, hingga pertukaran pesan bersifat pribadi. Sebagian komunikasi itu terjadi bahkan setelah laporan investigasi Miami Herald pada 2018 mengungkap detail baru mengenai kasus pelanggaran Epstein.

Kontroversi ini juga berdampak pada agenda Summers. Klub Ekonomi New York menunda acara diskusi yang sedianya menghadirkan Summers minggu ini, dengan alasan “perubahan jadwal yang tidak dapat dihindari.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya