Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Menlu AS: Lembaga Global tak Mampu Tangani Krisis Gaza

Media Indonesia
20/2/2026 06:37
Menlu AS: Lembaga Global tak Mampu Tangani Krisis Gaza
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(AFP)

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa krisis di Gaza memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibanding konflik lain. Sehingga tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme lembaga internasional yang saat ini tersedia.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memaparkan arah strategis Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dalam pertemuan perdana yang berlangsung di Washington, D.C.

"Ini adalah krisis yang sangat unik di Gaza, yang tidak dapat diselesaikan atau dipecahkan oleh lembaga-lembaga internasional yang ada. Situasi ini membutuhkan solusi yang sangat spesifik, yang memerlukan kemitraan dari semua negara yang hadir di sini, termasuk mereka yang hadir sebagai pengamat," ujar Rubio.

Peran Donald Trump dalam Pembentukan BoP

Rubio menjelaskan bahwa pertemuan awal anggota BoP dapat terlaksana berkat dukungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menilai Trump memiliki kapasitas sekaligus kemauan politik untuk memanfaatkan kewenangan jabatannya dalam mendorong terobosan solusi bagi Gaza.

Menurut Rubio, pendekatan lama maupun struktur yang sudah ada tidak lagi memadai untuk menangani situasi terkini di Gaza. Karena itu, penggagas BoP mengajukan permohonan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membentuk kelompok tersebut serta menggalang partisipasi berbagai negara demi merumuskan solusi yang benar-benar spesifik dan terarah.

"Kita masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini akan membutuhkan kontribusi dari setiap negara yang diwakili di sini hari ini," ucap Rubio.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para perwakilan negara yang hadir dan berharap model kerja sama ini dapat diterapkan pada konflik kompleks lainnya.

"Kami berterima kasih atas keterlibatan Anda, dan kami berharap ini dapat menjadi model bagi situasi-situasi kompleks dan sulit lainnya agar dapat diselesaikan dengan cara yang sama," katanya kepada perwakilan pemerintah dari berbagai negara yang hadir.

Visi Rekonstruksi Gaza dan Perdamaian Berkelanjutan

Menegaskan arah kebijakan BoP, Rubio menekankan bahwa kelompok tersebut harus memastikan langkah yang diambil benar-benar tepat tanpa menyiapkan opsi alternatif yang berisiko mengembalikan situasi pada konflik bersenjata.

"Rencana A, satu-satunya jalan ke depan, adalah membangun kembali Gaza dengan cara yang menciptakan perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan, di mana semua orang dapat hidup berdampingan tanpa harus khawatir kembali pada konflik, perang, penderitaan manusia, dan kehancuran," ucap Menlu AS itu.

Dengan pendekatan baru ini, pemerintah Amerika Serikat berharap upaya rekonstruksi Gaza tidak hanya menghentikan konflik, tetapi juga menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya