Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko dan menyisakan persoalan legalitas alias mandat.
Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar mengingatkan, keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi politik dan hukum, baik di tingkat internasional maupun domestik.
Rencana pengiriman ribuan prajurit TNI ke Gaza dinilai memerlukan pertimbangan matang, terutama menyangkut legitimasi hukum internasional, risiko keamanan, serta dampak politik bagi Indonesia.
Menurut Smith, dasar pembentukan ISF yang berada di bawah Board of Peace (BoP) pimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak sepenuhnya sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang disebut-sebut menjadi pijakan pembentukan pasukan stabilisasi tersebut. Sebab itu, legitimasinya masih menjadi pertanyaan.
Berbeda dengan pasukan penjaga perdamaian PBB, kata Smith, ISF memiliki kewenangan menggunakan kekuatan terhadap pihak yang dianggap mengganggu stabilitas Gaza. Kondisi itu, menurutnya, membuka ruang eskalasi konflik.
“Board of Peace yang dipimpin Trump tidak sesuai dengan Resolusi DK PBB 2803 yang dijadikan dasar pembentukan ISF. Karena itu Tiongkok, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Norwegia menolak bergabung,” kata Smith ketika dihubungi, Rabu (11/2).
Smith juga menyoroti situasi kebuntuan antara Israel dan Hamas yang masih menjadi persoalan dan potensial berdampak pada ISF. Pasalnya, Hamas menolak menerima demiliterisasi Gaza sebelum militer Israel (IDF) menarik diri sepenuhnya sesuai Resolusi DK PBB 2803.
Di sisi lain, Israel tidak bersedia menarik pasukannya atau menghentikan perang sebelum Hamas dilucuti. Dalam situasi tersebut, kata Smith, kecil kemungkinan ISF yang nantinya akan dipimpin jenderal Amerika Serikat akan bersikap netral jika terjadi pelanggaran oleh Israel.
Keterlibatan TNI dalam ISF, lanjut Smith, berpotensi menimbulkan persepsi Indonesia berpihak pada kepentingan Israel dan Amerika Serikat.
“Mustahil ISF yang dipimpin jenderal AS akan menghukum Israel bila melakukan pelanggaran sementara ISF akan menyerang Hamas jika menolak dilucuti,” ujarnya. (H-4)
Iran juga menuduh Uni Eropa melakukan kemunafikan dan standar ganda setelah kepala kebijakan luar negeri blok tersebut mengkritik serangan Hizbullah terhadap Israel.
Ayah dan anak tewas akibat drone Israel di Khan Younis. Total 72.123 warga Gaza gugur sejak 2023 di tengah blokade Rafah dan pengalihan isu perang AS terhadap Iran.
Serangan Israel di Khan Younis tewaskan satu warga & lukai anak kecil. Pelanggaran gencatan senjata ini menambah daftar korban tewas menjadi 636 jiwa di Jalur Gaza.
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih.
DT Peduli kembali menggelar program Ramadan Peduli Negeri (RPN) 2026 dengan tema Teguhkan Kepedulian untuk Saudaramu di Pelosok dan Lintas Negeri.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
PERAN Iran versus Israel dan Amerika akan memberi dampak besar bagi Indonesia. Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Probo Darono Yakti menjelaskan
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
TIGA wakil ganda Indonesia berhasil mengamankan tiket babak 16 besar SwisTerbuka 2026 atau Swiss Open memetik kemenangan pada hari pertama turnamen di St. Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi keanggotaan Indonesia di Board of Peace setelah AS dan Israel menyerang Iran
Ia mencontohkan sejumlah pertanyaan mendasar yang belum terjawab, seperti mekanisme pelucutan senjata hingga siapa yang akan menjalankan operasi tersebut di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved