Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Meksiko Tegaskan Tetap Kirim Bantuan ke Kuba meski di Bawah Bayang-Bayang Sanksi AS

Haufan Hasyim Salengke
10/2/2026 08:38
Meksiko Tegaskan Tetap Kirim Bantuan ke Kuba meski di Bawah Bayang-Bayang Sanksi AS
Presiden Meksiko mengatakan bantuan ke Kuba akan terus berlanjut meskipun ada sanksi dari AS.(Alfredo Estrella/AFP/Getty Images)

PRESIDEN Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Kuba. Pernyataan ini muncul sebagai bentuk solidaritas di tengah tekanan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS) yang menyasar negara-negara yang berdagang atau mengirimkan pasokan energi ke negara kepulauan Karibia tersebut.

"Akan ada lebih banyak dukungan. Rakyat Meksiko selalu solider. Tidak ada yang bisa mengabaikan situasi yang saat ini dialami rakyat Kuba akibat sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat," tegas Sheinbaum dalam konferensi pers harian di Istana Nasional, Senin (9/2).

Sheinbaum menyerukan kepada AS dan komunitas internasional untuk mengakui bahwa sanksi tersebut tidak adil dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat Kuba. Menurutnya, bantuan kemanusiaan merupakan tanggung jawab moral yang melampaui kepentingan politik antarnegara.

Langkah nyata dukungan Meksiko baru-baru ini dibuktikan dengan pengerahan dua kapal Angkatan Laut yang mengangkut 814 ton bantuan logistik berupa pasokan makanan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan krisis pangan dan energi yang telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur di Kuba dalam beberapa bulan terakhir.

Dilema diplomatik

Keputusan Meksiko ini diprediksi akan menguji hubungan bilateralnya dengan Gedung Putih. Washington selama ini memberlakukan sanksi ketat terhadap entitas mana pun yang memfasilitasi pengiriman minyak atau barang komersial ke Kuba. Namun, di bawah kepemimpinan Sheinbaum, Meksiko tampak konsisten dengan kebijakan luar negerinya yang independen dan berbasis pada persaudaraan regional Amerika Latin.

Kuba saat ini sedang menghadapi salah satu krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya, yang diperparah oleh kegagalan sistem kelistrikan nasional dan kelangkaan bahan pokok secara sistemis. (Xinhua/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya