Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Donald Trump Sebut Kuba 'Negara Gagal', Desak Havana Buat Kesepakatan dengan AS

Thalatie K Yani
17/2/2026 08:59
Donald Trump Sebut Kuba 'Negara Gagal', Desak Havana Buat Kesepakatan dengan AS
Presiden Donald Trump melabeli Kuba sebagai 'negara gagal' di tengah krisis energi. Namun, ia membantah rencana penggulingan rezim seperti di Venezuela.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan keras terhadap Kuba dengan menyebutnya sebagai "negara gagal". Meski demikian, Trump menegaskan saat ini ia belum mempertimbangkan operasi penggulingan rezim di negara kepulauan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Trump kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Senin waktu setempat. "Kuba saat ini adalah negara gagal," ujar pemimpin Amerika Serikat tersebut dengan lugas.

Komentar ini muncul di tengah krisis energi hebat yang melanda Kuba, yang mengakibatkan kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik massal di berbagai wilayah.

Tanpa Operasi Militer Seperti Venezuela

Ketika ditanya lebih lanjut apakah Amerika Serikat berencana untuk menggulingkan pemerintah Kuba, Trump memberikan jawaban diplomatis. Pernyataan itu merujuk pada tindakan Washington saat melakukan penggerebekan di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

"Saya tidak berpikir hal itu akan diperlukan," kata Trump.

Trump justru mendesak pemerintah Havana untuk segera melakukan kesepakatan (make a deal) dengan Amerika Serikat guna mengatasi krisis yang sedang berlangsung. Sebagaimana diketahui, AS telah mengintensifkan embargo yang telah berlangsung puluhan tahun terhadap Kuba, serta menekan negara-negara lain agar menghentikan pasokan minyak ke Havana.

Ancaman Kemanusiaan di Kuba

Kondisi di Kuba saat ini memang sedang berada di titik kritis. Kebijakan embargo yang diperketat oleh pemerintahan Trump telah memukul sektor energi negara tersebut. Akibatnya, masyarakat Kuba harus menghadapi pemadaman listrik berkepanjangan dan sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Trump sendiri tidak menampik dampak buruk dari kebijakan tekanannya terhadap negara tersebut. Ia mengakui bahwa krisis bahan bakar yang melanda Kuba telah berubah menjadi masalah serius.

"Ini adalah ancaman kemanusiaan," aku Trump merujuk pada dampak kelangkaan bahan bakar yang mencekik negara itu.

Hingga saat ini, posisi Amerika Serikat tetap menekan Kuba melalui instrumen ekonomi dan diplomatik, sembari menunggu respons dari pihak Havana terkait seruan kesepakatan yang diajukan oleh Gedung Putih. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik