Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan keras terhadap Kuba dengan menyebutnya sebagai "negara gagal". Meski demikian, Trump menegaskan saat ini ia belum mempertimbangkan operasi penggulingan rezim di negara kepulauan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Trump kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Senin waktu setempat. "Kuba saat ini adalah negara gagal," ujar pemimpin Amerika Serikat tersebut dengan lugas.
Komentar ini muncul di tengah krisis energi hebat yang melanda Kuba, yang mengakibatkan kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik massal di berbagai wilayah.
Ketika ditanya lebih lanjut apakah Amerika Serikat berencana untuk menggulingkan pemerintah Kuba, Trump memberikan jawaban diplomatis. Pernyataan itu merujuk pada tindakan Washington saat melakukan penggerebekan di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
"Saya tidak berpikir hal itu akan diperlukan," kata Trump.
Trump justru mendesak pemerintah Havana untuk segera melakukan kesepakatan (make a deal) dengan Amerika Serikat guna mengatasi krisis yang sedang berlangsung. Sebagaimana diketahui, AS telah mengintensifkan embargo yang telah berlangsung puluhan tahun terhadap Kuba, serta menekan negara-negara lain agar menghentikan pasokan minyak ke Havana.
Kondisi di Kuba saat ini memang sedang berada di titik kritis. Kebijakan embargo yang diperketat oleh pemerintahan Trump telah memukul sektor energi negara tersebut. Akibatnya, masyarakat Kuba harus menghadapi pemadaman listrik berkepanjangan dan sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Trump sendiri tidak menampik dampak buruk dari kebijakan tekanannya terhadap negara tersebut. Ia mengakui bahwa krisis bahan bakar yang melanda Kuba telah berubah menjadi masalah serius.
"Ini adalah ancaman kemanusiaan," aku Trump merujuk pada dampak kelangkaan bahan bakar yang mencekik negara itu.
Hingga saat ini, posisi Amerika Serikat tetap menekan Kuba melalui instrumen ekonomi dan diplomatik, sembari menunggu respons dari pihak Havana terkait seruan kesepakatan yang diajukan oleh Gedung Putih. (AFP/Z-2)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Krisis energi hebat melanda Kuba. 10 juta orang tanpa listrik, demonstrasi pecah di Havana hingga pembakaran markas partai di tengah tekanan blokade AS.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan ingin singkirkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. AS tutup pintu diplomasi selama Diaz-Canel menjabat. Cek detailnya!
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut bahwa negara gagal adalah negara yang tidak memiliki sistem hukum.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan sebuah negara yang gagal dapat dinilai dari kondisi personel tentara dan polisi. Sebab, tentara dan polisi merupakan bagian penting dari sebuah negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved