Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Dokumen FBI Terbaru Ungkap Jeffrey Epstein Diduga Kelola Uang Vladimir Putin

Thalatie K Yani
03/2/2026 04:54
Dokumen FBI Terbaru Ungkap Jeffrey Epstein Diduga Kelola Uang Vladimir Putin
Departemen Kehakiman AS merilis dokumen baru terkait Jeffrey Epstein. Terungkap dugaan perannya sebagai pengelola aset Vladimir Putin hingga isi email Elon Musk.(US Department of Justice)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali merilis dokumen terbaru terkait mendiang miliarder sekaligus pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Berkas yang baru dibuka ini mengungkap detail mengejutkan mengenai sisi profesional Epstein sebagai manajer kekayaan bagi sejumlah tokoh dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam testimoni FBI dari sumber rahasia (Confidential Human Source) tertanggal 27 November 2017, Epstein disebut memperoleh kekayaannya yang melimpah bukan sekadar dari investasi biasa. Sumber tersebut mengklaim Epstein bertugas membantu klien-klien kelas kakap menyembunyikan uang mereka di luar negeri (offshore).

Mengelola Aset Pemimpin Dunia

Testimoni tersebut secara spesifik menyebutkan keterlibatan Epstein dengan para pemimpin negara yang kontroversial. "Epstein adalah manajer kekayaan Presiden Vladimir Putin dan memberikan layanan yang sama untuk Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe," klaim sumber tersebut dalam dokumen FBI.

Hingga saat ini, kekayaan pribadi Putin tetap menjadi misteri yang dijaga ketat. Secara resmi, Putin melaporkan gaji tahunan sekitar US$140.000 (Sekitar Rp2,4miliar). Namun, pengusaha Bill Browder pernah memberikan kesaksian di hadapan Komite Kehakiman Senat AS bahwa Putin diperkirakan memiliki kekayaan hingga US$200 miliar (Sekitar Rp3.459 triliun) dari aktivitas ilegal yang disimpan di negara-negara Barat. Temuan ini seolah memberi bobot pada klaim sumber FBI mengenai peran Epstein.

Korespondensi dengan Elon Musk

Selain hubungan dengan kepala negara, dokumen tersebut juga menyertakan sejumlah email antara Epstein dengan CEO Tesla, Elon Musk. Komunikasi yang terjadi antara tahun 2012 dan 2013 itu menunjukkan Musk menanyakan waktu kunjungan ke pulau pribadi Epstein, Little Saint James.

Dalam satu percakapan pada November 2012, Musk bertanya, "Hari/malam apa yang akan menjadi pesta paling liar di pulaumu?" Epstein menjawab bahwa selalu ada ruang bagi Musk untuk berkunjung kapan saja.

Meski demikian, tidak ada bukti dalam dokumen tersebut yang menunjukkan Musk benar-benar mengunjungi pulau tersebut atau terlibat dalam tindakan kriminal apapun. Melalui platform X, Musk segera membela diri dan membantah keterlibatan dengan Epstein.

"Saya tidak pernah menghadiri pesta Epstein apa pun dan telah berkali-kali menyerukan penuntutan terhadap mereka yang telah melakukan kejahatan bersama Epstein," tulis Musk.

Ia juga menambahkan dengan nada menyindir bahwa jika ia ingin berpesta, ia tidak membutuhkan bantuan dari seseorang yang ia sebut sebagai "pecundang menyeramkan seperti Epstein."

Jejak Kekayaan Epstein

Sebelum tewas bunuh diri di penjara saat menunggu persidangan perdagangan seks federal pada 2019, kekayaan bersih Epstein diperkirakan mencapai US$560 juta (sekitar Rp9,6 triliun). Asetnya mencakup rumah mewah di Manhattan, perkebunan di New Mexico, rumah di Palm Beach, apartemen di Paris, serta dua pulau pribadi di Karibia.

Rangkaian dokumen terbaru ini memberikan gambaran lebih luas jaringan Epstein melampaui lingkaran sosial elit Amerika, menyentuh ranah geopolitik dan pengelolaan aset global yang gelap. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya