Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Trump Optimistis Kesepakatan dengan Iran Terwujud di Tengah Ancaman Perang

Dhika Kusuma Winata
02/2/2026 18:40
Trump Optimistis Kesepakatan dengan Iran Terwujud di Tengah Ancaman Perang
Donald Trump dan Ali Khamenei.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Hal itu diungkapkannya setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan jika AS menyerang Iran itu akan memicu konflik berskala regional.

Pernyataan Trump disampaikan pada Minggu (1/2) waktu setempat di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, Trump mengancam opsi militer dan memerintahkan pengerahan satu gugus kapal induk ke kawasan Timur Tengah.

Pada hari yang sama, Khamenei menegaskan serangan Amerika Serikat akan berujung pada perang yang lebih luas.

"Orang-orang Amerika harus tahu, jika mereka memulai perang, kali ini perang itu akan menjadi perang regional," ujar Khamenei.

Ia juga meminta rakyat Iran agar tidak takut terhadap retorika Trump. Menanggapi peringatan itu, Trump merespons dengan nada diplomatis. 

"Tentu saja dia akan mengatakan hal itu. Mudah-mudahan kami bisa membuat kesepakatan. Jika tidak tercapai, kita akan lihat apakah dia benar atau tidak," ujar Trump.

Gejolak di Iran awalnya dipicu oleh tingginya biaya hidup tetapi berkembang menjadi gerakan besar menentang pemerintah. Para pemimpin Iran menyebut demonstrasi tersebut sebagai kerusuhan yang dipicu oleh AS dan Israel.

Di tengah situasi tersebut, otoritas Iran membebaskan seorang demonstran berusia 26 tahun, Erfan Soltani. Pembebasan itu dilakukan setelah Washington memperingatkan Soltani terancam hukuman mati dan mengancam akan melancarkan serangan jika eksekusi terhadap pengunjuk rasa dilakukan.

Soltani ditangkap dengan tuduhan propaganda terhadap sistem Islam Iran dan bertindak melawan keamanan nasional. Washington sebelumnya menyatakan Soltani berada di daftar tunggu hukuman mati tetapi Teheran membantahnya. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya