Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump kembali memicu kontroversi dalam pidato panjangnya di hadapan para konglomerat dan pejabat pemerintah di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss. Alih-alih meredakan ketegangan, pernyataan Trump justru mempertegas keretakan hubungan antara Amerika Serikat dan aliansi Barat.
Dalam pidatonya, Trump melontarkan berbagai keluhan, mulai dari merasa AS "dimanfaatkan" oleh Eropa hingga keheranannya mengapa ambisinya mengambil alih Greenland mendapat penolakan keras. Ia bahkan menyebut para pemimpin Eropa telah membuat benua mereka "tidak lagi dikenali" akibat kebijakan migrasi dan ekonomi radikal.
Meski dipenuhi retorika tajam, ada satu poin yang sedikit melegakan para pejabat Eropa. Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland.
"Saya tidak akan menggunakan kekuatan," ujarnya singkat, pernyataan yang meredam kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi fisik. Tak lama setelah pidato tersebut, Trump melalui platform Truth Social mengklaim telah mencapai "kerangka kesepakatan masa depan" terkait Greenland setelah bertemu Sekretaris Jenderal NATO. Ia juga membatalkan ancaman tarif yang sedianya berlaku bulan depan.
“Solusi ini, jika tuntas, akan menjadi hal yang luar biasa bagi Amerika Serikat dan seluruh negara NATO,” tulis Trump tanpa memberikan rincian teknis. Saat ditanya apakah kesepakatan itu memenuhi keinginannya memiliki Greenland sepenuhnya, Trump hanya menjawab, "Ini adalah kesepakatan jangka panjang."
Dalam argumennya, Trump bersikeras Greenland adalah bagian dari Amerika Utara dan seharusnya menjadi wilayah AS. Ia bahkan sempat melakukan blunder dengan menyebut Greenland sebagai "Islandia" sebanyak empat kali.
Trump juga menyerang Denmark sebagai negara yang "tidak tahu berterima kasih" karena menolak menyerahkan Greenland. Ia mengungkit sejarah Perang Dunia II, di mana Denmark jatuh ke tangan Jerman hanya dalam waktu enam jam.
"Kita (AS) terpaksa mengamankannya (Greenland) saat itu. Betapa bodohnya kita mengembalikannya? Sekarang, lihat betapa tidak bersyukurnya mereka," cetus Trump.
Tidak hanya Denmark, sejumlah negara dan tokoh juga menjadi sasaran kritik pedas sang Presiden:
Awalnya, ruangan dipenuhi penonton yang berdesakan demi mendengar Trump. Namun, seiring pidato yang melantur hingga satu jam suasana berubah menjadi canggung. Banyak hadirin hanya terdiam atau menggelengkan kepala saat Trump menyatakan, "Tanpa kami (AS), kalian semua sekarang mungkin akan bicara bahasa Jerman dan sedikit bahasa Jepang."
Menutup pidatonya yang eksentrik tersebut, Trump hanya berujar santai, "Sampai jumpa di sekitar." Pernyataan ini meninggalkan tanda tanya besar bagi masa depan aliansi transatlantik yang kini berada di titik nadir. (CNN/Z-2)
Menteri Luar Negeri Denmark merespons positif pernyataan Donald Trump yang membatalkan ancaman militer ke Greenland dan menunda perang dagang.
PM Kanada Mark Carney memperingatkan runtuhnya tatanan internasional di Forum Ekonomi Dunia (WEF). Ia menyerukan persatuan negara menengah di tengah ambisi ekspansi AS.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mencuri perhatian di World Economic Forum Davos dengan kacamata hitam Louis Vuitton. Ada apa?
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan jajaran pemimpin Eropa mengecam keras ambisi Donald Trump menguasai Greenland.
Klaim Donald Trump soal kesepakatan masa depan Greenland disambut skeptisisme tajam oleh warga lokal di Nuuk. Mereka tegas menolak kendali Amerika Serikat.
Donald Trump sampaikan pidato provokatif di Davos. Dari ambisi kuasai Greenland tanpa militer hingga kritik tajam terhadap budaya Eropa.
Menteri Luar Negeri Denmark merespons positif pernyataan Donald Trump yang membatalkan ancaman militer ke Greenland dan menunda perang dagang.
Donald Trump sempat mengancam tarif 35% demi Greenland, memicu blokade kesepakatan dagang oleh Parlemen Eropa.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved