Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Trump Gemparkan Davos: Klaim Greenland Milik AS hingga Hina Pemimpin Eropa

Thalatie K Yani
22/1/2026 04:10
Trump Gemparkan Davos: Klaim Greenland Milik AS hingga Hina Pemimpin Eropa
Pidato Donald Trump di Davos memicu ketegangan diplomatik. Mulai dari ambisi kuasai Greenland hingga sindiran pedas untuk sekutu NATO dan Uni Eropa.(youtube)

PRESIDEN Donald Trump kembali memicu kontroversi dalam pidato panjangnya di hadapan para konglomerat dan pejabat pemerintah di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss. Alih-alih meredakan ketegangan, pernyataan Trump justru mempertegas keretakan hubungan antara Amerika Serikat dan aliansi Barat.

Dalam pidatonya, Trump melontarkan berbagai keluhan, mulai dari merasa AS "dimanfaatkan" oleh Eropa hingga keheranannya mengapa ambisinya mengambil alih Greenland mendapat penolakan keras. Ia bahkan menyebut para pemimpin Eropa telah membuat benua mereka "tidak lagi dikenali" akibat kebijakan migrasi dan ekonomi radikal.

Titik Terang di Tengah Ketegangan

Meski dipenuhi retorika tajam, ada satu poin yang sedikit melegakan para pejabat Eropa. Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland.

"Saya tidak akan menggunakan kekuatan," ujarnya singkat, pernyataan yang meredam kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi fisik. Tak lama setelah pidato tersebut, Trump melalui platform Truth Social mengklaim telah mencapai "kerangka kesepakatan masa depan" terkait Greenland setelah bertemu Sekretaris Jenderal NATO. Ia juga membatalkan ancaman tarif yang sedianya berlaku bulan depan.

“Solusi ini, jika tuntas, akan menjadi hal yang luar biasa bagi Amerika Serikat dan seluruh negara NATO,” tulis Trump tanpa memberikan rincian teknis. Saat ditanya apakah kesepakatan itu memenuhi keinginannya memiliki Greenland sepenuhnya, Trump hanya menjawab, "Ini adalah kesepakatan jangka panjang."

Klaim Historis dan Sindiran Pedas

Dalam argumennya, Trump bersikeras Greenland adalah bagian dari Amerika Utara dan seharusnya menjadi wilayah AS. Ia bahkan sempat melakukan blunder dengan menyebut Greenland sebagai "Islandia" sebanyak empat kali.

Trump juga menyerang Denmark sebagai negara yang "tidak tahu berterima kasih" karena menolak menyerahkan Greenland. Ia mengungkit sejarah Perang Dunia II, di mana Denmark jatuh ke tangan Jerman hanya dalam waktu enam jam.

"Kita (AS) terpaksa mengamankannya (Greenland) saat itu. Betapa bodohnya kita mengembalikannya? Sekarang, lihat betapa tidak bersyukurnya mereka," cetus Trump.

Serangan Personal ke Pemimpin Dunia

Tidak hanya Denmark, sejumlah negara dan tokoh juga menjadi sasaran kritik pedas sang Presiden:

  • Swiss: Tuan rumah Davos ini disebutnya "hanya menjadi baik karena kita (AS)."
  • Prancis: Trump mengejek Presiden Emmanuel Macron yang mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan. "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya kepada hadirin.
  • Kanada: Trump memberikan peringatan kepada PM Mark Carney. "Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, saat kamu membuat pernyataan berikutnya."

Reaksi Audiens: Antusiasme yang Berubah Menjadi Keheningan

Awalnya, ruangan dipenuhi penonton yang berdesakan demi mendengar Trump. Namun, seiring pidato yang melantur hingga satu jam suasana berubah menjadi canggung. Banyak hadirin hanya terdiam atau menggelengkan kepala saat Trump menyatakan, "Tanpa kami (AS), kalian semua sekarang mungkin akan bicara bahasa Jerman dan sedikit bahasa Jepang."

Menutup pidatonya yang eksentrik tersebut, Trump hanya berujar santai, "Sampai jumpa di sekitar." Pernyataan ini meninggalkan tanda tanya besar bagi masa depan aliansi transatlantik yang kini berada di titik nadir. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya