Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Akui Terima "Informasi Buruk" Soal Greenland dalam Pembicaraan dengan PM Inggris

Thalatie K Yani
20/1/2026 05:46
Trump Akui Terima
Presiden AS Donald Trump dan PM Inggris Sir Keir Starmer(White House)


PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengakui menerima "informasi buruk" terkait pengumuman pengerahan pasukan negara-negara Eropa ke Greenland. Pengakuan ini disampaikan Trump dalam pembicaraan telepon akhir pekan lalu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer.

Menurut seorang pejabat senior Inggris, pengakuan ini dipandang sebagai titik terang bagi upaya de-eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya. Sebelumnya, sejumlah negara NATO mengumumkan rencana pengiriman personel militer dalam jumlah kecil ke Greenland untuk berpartisipasi dalam latihan bersama Denmark. Langkah tersebut sempat memicu kemarahan besar dari pihak Trump.

Koordinasi yang Terabaikan

Meski sempat memicu tensi tinggi, sumber diplomatik mengungkapkan pengerahan pasukan tersebut sebenarnya bukan merupakan kejutan. Pejabat Denmark menyatakan rencana tersebut telah dikomunikasikan sebelumnya kepada pihak AS.

"Pengerahan itu tidak hanya dikomunikasikan di muka, tetapi juga telah dikoordinasikan sebelumnya dalam struktur militer Eropa dan AS yang sudah ada," ujar seorang pejabat Denmark kepada CNN.

Sejauh ini, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait rincian pembicaraan telepon antara Trump dan Starmer tersebut.

Perselisihan Fundamental yang Belum Usai

Meskipun ada nada pengakuan salah informasi dari Trump, isu utama mengenai kedaulatan Greenland tetap menjadi ganjalan besar. Setelah pertemuan di Washington antara Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen, Menlu Greenland Vivian Motzfeldt, dengan Menlu AS Marco Rubio serta Wapres JD Vance, Rasmussen mengakui adanya jurang perbedaan yang lebar.

Rasmussen menyatakan kepada wartawan Amerika Serikat dan Eropa masih memiliki "ketidaksepakatan fundamental" terkait status Greenland.

Secara tertutup, para pejabat Denmark dan Greenland yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa meski Rubio dan Vance mendengarkan posisi serta "garis merah" (batasan) mereka, pihak AS tetap bersikeras pada ambisi Trump untuk mendapatkan kontrol atas pulau strategis tersebut. Namun, pembentukan kelompok kerja tingkat tinggi untuk Greenland setidaknya membuka ruang dialog bagi kedua belah pihak.

Sentimen Pribadi dan Hadiah Nobel

Di tengah ketegangan geopolitik ini, muncul gesekan baru yang bersifat personal. Trump mengirimkan pesan singkat kepada Perdana Menteri (PM) Norwegia, Jonas Gahr Støre, yang menyatakan tidak lagi merasa terikat "untuk berpikir murni tentang Perdamaian."

Hal ini dipicu oleh kekecewaan Trump karena Komite Nobel Norwegia tidak memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepadanya. Insiden ini menambah daftar panjang titik konflik antara AS dan sekutu Eropanya, meski tampaknya tidak berkaitan langsung dengan masalah pengerahan pasukan di Greenland.

Hingga saat ini, para diplomat Eropa mengaku terkejut dengan cepatnya eskalasi ketegangan transatlantik ini, namun tetap berharap jalur komunikasi melalui Inggris dapat meredam situasi. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya