Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Tolak Berkomentar Soal Opsi Militer untuk Ambil Alih Greenland

Thalatie K Yani
20/1/2026 04:57
Trump Tolak Berkomentar Soal Opsi Militer untuk Ambil Alih Greenland
Ketegangan memuncak! Donald Trump sebut AS tidak lagi murni memikirkan perdamaian setelah gagal raih Nobel, sambil terus mendesak kendali penuh atas Greenland.(Instagram)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan internasional terkait ambisinya menguasai Greenland. Dalam wawancara terbaru dengan NBC News, Trump memilih menjawab "no comment" saat ditanya apakah Amerika Serikat akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah bocornya percakapan antara Trump dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre. Dalam pertukaran pesan tersebut, Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya karena tidak memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, yang menurutnya dikendalikan sepenuhnya oleh Norwegia.

Sentimen Nobel dan Kepentingan Nasional

Dalam pesan yang dikirim pada 18 Januari 2024, Trump menyatakan tidak lagi merasa terbebani untuk mengutamakan perdamaian di atas segalanya.

"Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan 8 Perang PLUS, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk berpikir murni tentang Perdamaian," tulis Trump kepada Støre. Ia menambahkan, "Meskipun perdamaian akan selalu dominan, sekarang saya bisa memikirkan apa yang baik dan pantas untuk Amerika Serikat."

Trump juga mempertanyakan hak kepemilikan Denmark atas Greenland, dengan menyebut bahwa klaim tersebut hanya berdasarkan sejarah lama yang tidak kuat. Menurutnya, Denmark tidak mampu melindungi wilayah itu dari ancaman Rusia atau China.

Ancaman Tarif dan Tekanan pada NATO

Selain isu teritorial, Trump menegaskan akan tetap menjalankan ancamannya untuk memberlakukan tarif tambahan jika kesepakatan mengenai Greenland tidak tercapai. Ia mendesak agar para pemimpin Eropa fokus pada konflik Rusia-Ukraina dan tidak menghalangi langkah AS di Greenland.

"Saya telah berbuat lebih banyak untuk NATO daripada orang lain sejak pendiriannya, dan sekarang, NATO harus melakukan sesuatu untuk Amerika Serikat," tegasnya. Menurut Trump, dunia tidak akan aman kecuali Amerika Serikat memiliki "kendali penuh dan total atas Greenland."

Dukungan dari Davos

Sikap keras ini didukung Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Bessent menyatakan bahwa aneksasi Greenland adalah langkah logis untuk menghindari konflik masa depan. Ia berargumen bahwa jika terjadi serangan di Greenland, AS akan tetap terseret, sehingga lebih baik mengambil kendali sejak awal.

"Lebih baik sekarang. Perdamaian melalui kekuatan," ujar Bessent. Ia juga memperingatkan Eropa agar tidak melakukan balasan atas ancaman tarif AS, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang "sangat tidak bijaksana." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya