Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Komite Nobel Larang Maria Corina Machado Berikan Penghargaannya ke Donald Trump

Thalatie K Yani
12/1/2026 06:46
Komite Nobel Larang Maria Corina Machado Berikan Penghargaannya ke Donald Trump
 Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, ingin menyerahkan Piala Nobel Perdamaian miliknya kepada Donald Trump. Komite Nobel pun angkat bicara.(Instagram)

KOMITE Nobel Norwegia mengeluarkan peringatan keras terkait rencana pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, yang berniat menyerahkan penghargaan Nobel Perdamaian miliknya kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pihak penyelenggara menegaskan penghargaan tersebut bersifat final dan tidak dapat dipindahtangankan kepada siapa pun.

Kontroversi ini bermula saat Machado dinobatkan sebagai peraih Nobel pada Oktober lalu. Meski banyak pihak menilai pemilihan tersebut sebagai bentuk teguran halus bagi Gedung Putih, Machado justru mendedikasikan kemenangannya bagi Trump atas "dukungan menentukan terhadap perjuangan kami."

Ketegangan meningkat pekan lalu setelah AS meluncurkan serangan udara dan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Dalam wawancara dengan Fox News, Machado menyatakan keinginannya untuk berbagi atau memberikan penghargaan tersebut kepada Trump sebagai perwakilan rakyat Venezuela.

"Apa yang telah ia lakukan adalah bersejarah. Ini adalah langkah besar menuju transisi demokrasi," ujar Machado.

Tanggapan Trump dan Aturan Komite Nobel 

Donald Trump, yang selama ini tidak merahasiakan ambisinya untuk meraih Nobel Perdamaian, menyambut baik niat tersebut. Saat ditanya apakah ia bersedia menerima penghargaan dari Machado, Trump yang dijadwalkan bertemu Machado di Washington minggu ini menjawab, "itu akan menjadi kehormatan besar."

Namun, keinginan kedua tokoh tersebut segera dijegal oleh pernyataan resmi dari Komite Nobel Norwegia dan Institut Nobel Norwegia. Mereka menegaskan bahwa mekanisme semacam itu tidak diizinkan dalam konstitusi Nobel.

"Faktanya jelas dan mapan," ungkap pihak Komite dalam sebuah pernyataan resmi. "Begitu Hadiah Nobel diumumkan, penghargaan tersebut tidak dapat ditarik kembali, dibagikan, atau dialihkan kepada orang lain. Keputusan tersebut bersifat final dan berlaku selamanya."

Komite menjelaskan bahwa baik wasiat Alfred Nobel maupun statuta Yayasan Nobel tidak mengenal istilah pencabutan atau pengalihan penghargaan. Statuta tersebut dengan tegas menyatakan: "Tidak ada tindakan yang dapat diajukan terhadap keputusan komite pemberi penghargaan di Stockholm atau Oslo."

Dukungan Machado dan Pilihan Washington 

Machado, yang melarikan diri dari Venezuela secara rahasia pada Desember lalu untuk menghadiri upacara Nobel di Oslo, terus menyuarakan dukungan terhadap intervensi militer AS yang berhasil menggulingkan Maduro.

"Banyak orang, sebagian besar orang, mengatakan tidak mungkin untuk mencapai apa yang baru saja ia lakukan pada Sabtu, 3 Januari," kata Machado kepada Fox News.

Meski Machado memberikan dukungan penuh bagi Trump, Washington hingga kini belum memberikan dukungan balik baginya untuk memimpin Venezuela. Sebaliknya, AS justru menyatakan dukungan kepada Delcy Rodríguez, mantan wakil Maduro, untuk memimpin masa transisi negara tersebut.

Pihak Komite Nobel menambahkan bahwa secara prinsip mereka tidak pernah berkomentar atas apa yang dikatakan atau dilakukan oleh para pemenang setelah penghargaan diberikan, namun mereka merasa perlu menegaskan aturan dasar mengenai kepemilikan gelar Nobel tersebut. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya