Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN oposisi Venezuela sekaligus peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, pada Senin (5/1) menyatakan bahwa komunikasi langsung terakhirnya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terjadi pada Oktober lalu.
"Saya sebenarnya berbicara dengan Presiden Trump pada tanggal 10 Oktober, hari yang sama saat hadiah itu diumumkan, tidak sejak saat itu," kata Machado kepada Fox News.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump mengeklaim bahwa operasi militer Amerika Serikat pada Sabtu telah berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores.
Trump juga menyatakan komitmennya untuk memberlakukan kendali Amerika atas Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan pengerahan pasukan AS apabila diperlukan.
Terkait penghargaan Nobel yang diterimanya, Machado mengatakan bahwa ia mendedikasikan hadiah tersebut kepada Trump ketika ia dinyatakan sebagai pemenang.
Komite Nobel menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 kepada Machado atas kiprahnya dalam membela hak-hak demokrasi serta mendorong transisi damai dari pemerintahan otoriter menuju demokrasi di Venezuela.
"Saya percaya dia (Trump) pantas mendapatkannya pada bulan Oktober. Bayangkan sekarang! Saya pikir dia telah membuktikan kepada dunia apa yang dia maksud. Maksud saya, 3 Januari akan tercatat dalam sejarah sebagai hari di mana keadilan mengalahkan tirani. Ini adalah tonggak sejarah," sebut Machado.
Saat ditanya apakah ia telah menawarkan untuk menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian tersebut kepada Trump, Machado menegaskan bahwa hal itu belum dilakukan.
"Saya tentu ingin memberikannya kepadanya dan berbagi dengannya," pungkasnya. (Fer/I-1)
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian militer kepada Donald Trump.
Gedung Putih konfirmasi pertemuan Donald Trump dengan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Akankah AS mengubah dukungan politiknya?
Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, ingin menyerahkan Piala Nobel Perdamaian miliknya kepada Donald Trump. Komite Nobel pun angkat bicara.
Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, menyambut positif keterlibatan AS meski Donald Trump meragukan kemampuannya memimpin negara.
Tokoh oposisi Venezuela María Corina Machado dilaporkan telah meninggalkan Oslo. Ia tengah fokus menjalani pemulihan akibat cedera tulang belakang saat pelariannya.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved