Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DONALD Trump kembali memicu diskusi publik setelah menyebut dirinya sebagai "Presiden Perdamaian". Dalam pernyataan terbarunya, ia mengklaim telah menghentikan "8 perang plus" hanya dalam waktu delapan bulan. Sebuah pencapaian yang menurutnya layak diganjar Hadiah Nobel Perdamaian.
Namun, benarkah konflik-konflik tersebut telah berakhir? Analisis terhadap daftar klaim Trump menunjukkan realitas yang jauh lebih kompleks di lapangan.
Trump mendapatkan pujian luas atas perannya menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Namun, para ahli mengingatkan ini hanyalah tahap awal.
"Ini adalah pencapaian besar tetapi sangat rapuh," ujar Michael O’Hanlon, pakar kebijakan luar negeri dari Brookings Institution. Ia menambahkan perdamaian permanen membutuhkan solusi dua negara yang jauh lebih sulit dicapai.
Terkait konflik 12 hari antara Israel dan Iran, Trump mengeklaim keterlibatan AS dalam serangan ke situs nuklir Iran mempercepat berakhirnya perseteruan. Meski gencatan senjata terjadi, O’Hanlon mencatat, "Tidak ada kesepakatan mengenai perdamaian permanen atau bagaimana memantau program nuklir Iran ke depan."
Di Asia Selatan, Trump mengeklaim mediasi AS berhasil menghentikan serangan udara antara India dan Pakistan dalam empat hari. Sementara Pakistan berterima kasih, India justru mengecilkan peran AS, menyatakan pembicaraan dilakukan secara langsung antar-militer.
Trump juga menggunakan "diplomasi tarif" untuk menekan Thailand dan Cambodia agar menghentikan konflik perbatasan. Ancaman penghentian negosiasi pajak impor terbukti efektif membuat kedua negara yang bergantung pada ekspor ke AS itu sepakat melakukan gencatan senjata tanpa syarat.
Beberapa poin dalam daftar Trump mengundang tanda tanya besar. Di Afrika, Trump mengklaim menyelesaikan konflik antara Mesir dan Ethiopia terkait bendungan Sungai Nil. Faktanya, meski ia berjanji menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat, hingga kini belum ada kesepakatan formal yang tercapai.
Hal serupa terjadi pada klaimnya terkait Serbia dan Kosovo. Trump mengeklaim telah mencegah "perang besar" dengan ancaman pemutusan perdagangan. Namun, sejarawan Profesor Margaret MacMillan menegaskan, "Serbia dan Kosovo tidak sedang bertempur atau saling menembak, jadi itu bukan perang yang harus dihentikan."
Meski Trump bersikeras "Dunia tidak aman kecuali kita memiliki kendali penuh," efektivitas jangka panjang dari kesepakatan-kesepakatan ini masih harus diuji waktu. (BBC/Z-2)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengungkap alasan di balik sikap agresifnya terhadap Greenland.
Ketegangan memuncak! Donald Trump sebut AS tidak lagi murni memikirkan perdamaian setelah gagal raih Nobel, sambil terus mendesak kendali penuh atas Greenland.
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian militer kepada Donald Trump.
Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, ingin menyerahkan Piala Nobel Perdamaian miliknya kepada Donald Trump. Komite Nobel pun angkat bicara.
Tokoh oposisi Venezuela María Corina Machado dilaporkan telah meninggalkan Oslo. Ia tengah fokus menjalani pemulihan akibat cedera tulang belakang saat pelariannya.
Israel menerima dua jasad sandera tambahan dari Hamas melalui ICRC di Gaza. Simak detail kesepakatan pertukaran tahanan dan ancaman Israel soal bantuan kemanusiaan.
Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyebut pengiriman bantuan melalui udara tidak akan membalikkan kelaparan yang semakin parah di Jalur Gaza.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk kedua kalinya dalam waktu 24 jam di Gedung Putih.
PERTUKARAN sandera baru-baru ini antara Hamas dan otoritas Israel telah memicu perdebatan. Banyak yang mengkritik upacara publik yang menyertai penyerahan tersebut.
HAMAS mengatakan bahwa pemerintah Israel tidak terlibat dalam negosiasi tahap kedua dari kesepakatan yang akan berakhir pada 1 Maret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved