Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
REZA Pahlavi, putra mahkota Iran yang diasingkan, menyerukan kepada Presiden Trump untuk mengambil tindakan terhadap rezim Iran sesegera mungkin. Alasan dia, para pengunjuk rasa di tanah airnya turun ke jalan meskipun terjadi penindakan yang mematikan.
Dalam wawancara dengan Norah O'Donnell dari CBS News pada Senin (12/1), Pahlavi mengatakan, "Kita perlu tindakan segera. Cara terbaik untuk memastikan bahwa akan ada lebih sedikit orang yang terbunuh di Iran adalah dengan campur tangan lebih cepat, sehingga rezim ini akhirnya runtuh dan mengakhiri semua masalah yang kita hadapi," katanya.
Pahlavi hidup dalam pengasingan sejak ayahnya, shah terakhir Iran, digulingkan dalam Revolusi Islam 1979 yang membawa rezim ulama saat ini berkuasa.
Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan pemerintahan Trump, tetapi tidak mengungkapkan detail dari percakapan mereka.
Ia juga mengatakan bahwa upaya Republik Islam baru-baru ini untuk menghubungi pemerintahan Trump ialah taktik untuk mencoba memadamkan protes nasional yang mengancam kekuasaan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Presiden Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu (11/1) malam bahwa ia berbicara dengan para pemimpin Iran pada Sabtu (10/1). Ia mengatakan bahwa mereka menelepon untuk bernegosiasi. Ia mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap rezim tersebut.
Trump mengatakan ia masih mempertimbangkan pilihannya setelah pada Jumat (9/1) ia memperingatkan bahwa AS akan terlibat jika rezim tersebut mulai, "Membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu."
"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka," kata Trump pada Jumat. "Dan itu tidak berarti mengerahkan pasukan darat, tetapi itu berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras di titik lemah mereka."
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Senin bahwa semua opsi tetap terbuka, termasuk serangan udara.
Pahlavi mengatakan garis merah Trump telah dilanggar oleh rezim tersebut. Sekarang rezim, "Berusaha menipu dunia agar berpikir bahwa mereka siap untuk bernegosiasi untuk mengakhiri kerusuhan," ujarnya.
"Perubahan besar akan terjadi jika rezim ini menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi mengandalkan penindasan yang berkelanjutan tanpa reaksi dari dunia," katanya.
Ketika ditanya apakah ia mendorong Trump untuk memulai perubahan rezim, Pahlavi mengatakan bahwa Trump bersolidaritas dengan rakyat Iran. Ini berarti pada akhirnya Trump mendukung mereka dalam tuntutan mereka.
"Dan tuntutan mereka adalah agar rezim ini harus lengser," katanya.
Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS, lebih dari 500 orang tewas dan jumlah penangkapan melebihi 10.000 saat protes berlanjut hingga minggu ketiga.
Ketika ditanya apakah bertanggung jawab untuk mengirim warga Iran ke kematian mereka dengan mendorong mereka turun ke jalan saat rezim melancarkan penindakan keras, Pahlavi tidak menjawab secara langsung. "Ini adalah perang dan perang memiliki korban."
"Untuk menjaga, melindungi, dan meminimalkan jumlah korban jiwa, meminimalkan korban tak berdosa yang kembali dibunuh oleh rezim ini, tindakan diperlukan," katanya.
Pahlavi, yang mencoba memosisikan dirinya sebagai pemimpin transisi Iran, menggambarkan dirinya sebagai suara rakyat Iran di dunia luar. Ia mengeklaim bahwa seruan namanya selama protes menunjukkan legitimasi peran yang dapat ia mainkan, meskipun tidak jelas seberapa besar dukungan yang sebenarnya ia miliki di dalam negeri.
"Mengapa saya menawarkan jasa saya kepada rakyat Iran? Saya menjawab panggilan mereka," katanya. "Saya adalah jembatan dan bukan tujuan akhir saat ini."
Pahlavi belum menginjakkan kaki di Iran selama hampir 50 tahun. Namun, ketika ditanya apakah ia bersedia mati untuk perjuangan tersebut, ia menjawab ya, dan menunjuk pada keberanian mereka yang berada di garis depan protes.
"Bagaimana mungkin saya tidak siap untuk mati demi mereka? Mati demi kebebasan, mati demi menyelamatkan bangsa kita? Saya siap melakukan itu," katanya.
Pahlavi juga berbicara tentang protes saat ini, yang dipicu bulan lalu oleh runtuhnya mata uang negara, berbeda dari pemberontakan di masa lalu.
"Saat ini, tuntutannya bukan hanya reformasi, atau tuntutan ekonomi. Sekarang tuntutannya adalah mengakhiri rezim ini. Ini benar-benar revolusi dalam arti sebenarnya," katanya.
Faktor lain adalah keberadaan Trump di Gedung Putih. Trump juga menjabat sebagai presiden selama protes di Iran pada 2018 dan 2019 yang tidak menghasilkan perubahan rezim.
"Tidak seperti beberapa pendahulu presiden Amerika Serikat saat ini, dia adalah orang yang menepati janji dan mengatakan apa yang dia maksud," kata Pahlavi. (CBS/I-2)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved