Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tiongkok Berani 'Pasang Badan' untuk Venezuela

Cahya Mulyana
10/1/2026 00:45
Tiongkok Berani 'Pasang Badan' untuk Venezuela
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri)(Antara)

TIONGKOK siap memperdalam kerja sama di berbagai bidang dan mendorong pembangunan bersama dengan Venezuela, terlepas dari situasi politik di negara itu, kata seorang juru bicara pada konferensi pers Jumat (9/1), lapor Xinhua.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menyatakan hal itu saat diminta berkomentar perihal unggahan Delcy Rodriguez, pelaksana tugas presiden Venezuela, di media sosial yang menyebutkan dirinya telah bertemu dengan duta besar Tiongkok untuk Venezuela.

Mao menuturkan Tiongkok sangat mengutamakan hubungannya dengan Venezuela dan senantiasa memelihara komunikasi serta kerja sama yang baik dengan pemerintah negara itu.

"Tiongkok akan terus secara teguh mendukung Venezuela dalam melindungi kedaulatan, martabat, keamanan nasional, serta hak dan kepentingan sahnya," imbuh Mao.

Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.

Caracas meminta pertemuan darurat PBB terkait operasi AS. Sementara, Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara mentransfer tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Trump juga berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan pentingnya secara strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas," termasuk dari Tiongkok dan Rusia.

Mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, mengatakan bahwa pulau itu tidak untuk dijual.

Pada 4 Januari, Katie Miller, istri dari Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah sebuah gambar di X yang menampilkan peta Greenland yang diwarnai dengan bendera AS, dengan keterangan "SEGERA."

Sebagai tanggapan, Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen mengatakan bahwa Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial kerajaan. Nielsen menyebut gambar tersebut tidak sopan.

Pada Desember lalu, Trump menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland. Landry menegaskan kembali tujuan AS untuk menjadikan pulau itu bagian dari AS.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan dirinya terkejut dengan pernyataan Landry. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen memperingatkan AS agar tidak melakukan pengambilalihan apa pun, dan menuntut penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau ini tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada tahun 2009, dengan kemampuannya untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya