Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kolombia merespons serius ketegangan diplomatik yang meningkat dengan Amerika Serikat (AS) setelah munculnya ancaman operasi militer dari Washington. Meski situasi memanas, Bogota meyakini bahwa langkah militer tersebut tidak akan terealisasi.
Menteri Luar Negeri Kolombia, Rosa Yolanda Villavicencio, menyatakan pihaknya tetap memantau kemungkinan adanya agresi militer AS.
Kekhawatiran ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro terlibat dalam produksi massal kokain dan mengancam akan melancarkan operasi bersenjata ke negara tersebut.
“Memang ada kemungkinan [operasi militer AS terhadap Kolombia], tetapi kami percaya berkat jalur diplomasi serta mobilisasi warga dalam membela kedaulatan dan martabat, bukan hanya di Kolombia, melainkan juga di negara-negara lain yang menilai tindakan ini sewenang-wenang, hal itu tidak akan terjadi,” ujar Villavicencio dalam wawancara dengan harian Italia, Corriere della Sera, Rabu (7/1).
Menlu Villavicencio secara tegas menolak tudingan Presiden Trump. Ia menyebut pernyataan pemimpin AS tersebut sebagai tindakan yang “tidak pantas” dan “tidak berdasar.” Menurutnya, menghina Presiden Petro sama saja dengan menghina seluruh rakyat Kolombia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bukti-bukti yang ada justru mematahkan tuduhan terkait keterlibatan pemerintah dalam jaringan kartel narkoba.
Villavicencio menambahkan bahwa meski agresi AS tetap menjadi risiko yang dipantau, namun secara kalkulasi politik hal itu dinilai sulit terwujud.
"Agresi AS terhadap Kolombia mungkin saja, tetapi tidak realistis," tegasnya.
Ketegangan di Bogota ini merupakan imbas dari tindakan drastis AS di kawasan Amerika Selatan sebelumnya.
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela yang berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya dibawa ke New York untuk diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme.
Pascapenangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang resmi dilantik sebagai presiden sementara pada 5 Januari.
Langkah sepihak AS ini memicu kecaman internasional dari Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya terhadap rakyat Venezuela dan mendesak pembebasan Maduro guna mencegah eskalasi situasi yang lebih berbahaya di kawasan tersebut. Saat ini, Caracas dilaporkan telah meminta sidang darurat PBB untuk meninjau legalitas operasi militer Amerika Serikat tersebut. (Ant/Z-1)
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas dari AS-Israel yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran akan dibakar dan dilenyapkan menjadi abu sesegera mungkin.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Harga minyak dunia melonjak akibat perang Iran. Ekonom Moody's peringatkan peluang resesi 49% dan risiko harga mencapai $200 per barel.
Donald Trump nyatakan AS tak butuh bantuan sekutu amankan Selat Hormuz. Klaim sukses militer lawan Iran meski pasokan minyak dunia terancam blokade.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan pasukan militernya telah menjatuhkan 153 ton bom ke wilayah Gaza.
Perang yang menghancurkan di Gaza kini memasuki tahun ketiganya, menjadikannya konflik terpanjang yang pernah dijalani Israel sejak perang 1948, ketika negara itu berdiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved