Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mengapa Tentara Venezuela Gagal Melindungi Maduro?

Wisnu Arto Subari
06/1/2026 21:06
Mengapa Tentara Venezuela Gagal Melindungi Maduro?
Nicolas Maduro.(Al Jazeera)

SELAMA bertahun-tahun, militer dipandang sebagai tulang punggung kekuatan politik di Caracas, Venezuela. Saat ini, kekuatan sebenarnya tampak jauh kurang pasti.

Menurut DR News, militer Venezuela pernah menjadi salah satu yang paling tangguh di Amerika Latin. Di bawah Hugo Chávez, pendapatan minyak dialokasikan untuk pertahanan, senjata Rusia dibeli, dan tokoh-tokoh militer ditempatkan di seluruh negara.

Strategi itu dirancang untuk mengamankan loyalitas sekaligus membangun kemampuan. Setelah upaya kudeta yang gagal pada 2002, Chávez dan kemudian Maduro secara dramatis memperluas jumlah perwira senior.

Seorang dosen di Copenhagen Business School dan ahli politik Amerika Latin, Carlos Salas Lind, mengatakan ribuan posisi berpangkat tinggi diciptakan untuk membuat koordinasi melawan presiden hampir mustahil.

Kekuatan militer Venezuela

Menurut standar regional, Venezuela masih memiliki kekuatan yang besar. Institut Internasional untuk Studi Strategis memperkirakan sekitar 123.000 personel aktif tersebar di angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Garda Nasional.

Selain itu, ada pasukan cadangan dan Milisi Bolivarian, pasukan sipil yang jumlahnya masih diperdebatkan. Meskipun perkiraan sebelumnya menempatkannya dalam ratusan ribu, Maduro sendiri mengeklaim jutaan orang dapat dimobilisasi.

Namun, jumlah yang besar tidak selalu berarti efektivitas.

Bertahun-tahun penurunan ekonomi telah berdampak buruk. Sebagian besar peralatan militer terdiri dari peralatan Rusia yang sudah tua dan tidak dirawat dengan baik.

"Ketika mereka diserang, tidak ada yang berfungsi," kata Salas Lind. Ia menggambarkan helikopter AS dapat beroperasi bebas di atas Caracas sementara pertahanan Venezuela gagal merespons.

Gaji rendah dan korupsi

Gaji rendah semakin melemahkan barisan. Tentara biasa mendapat gaji yang sangat sedikit sehingga gaji mereka hanya mencakup sebagian kecil dari biaya hidup dasar. Namun, jenderal dan perwira senior menikmati kondisi yang jauh lebih baik.

Korupsi dan perpecahan internal tumbuh seiring dengan krisis ekonomi. Satu detail mencolok yang dicatat oleh Salas Lind ialah Maduro semakin bergantung pada perlindungan asing.

Media AS melaporkan bahwa banyak dari mereka yang menjaga mantan presiden selama penggerebekan ialah tentara Kuba, bukan Venezuela. The New York Times mengatakan Maduro memandang agen-agen Kuba sebagai berpengalaman dan tidak dapat disuap.

"Ini menunjukkan bahwa dia tidak mempercayai militernya sendiri," kata Salas Lind.

Siapa yang memegang kendali sekarang?

Meskipun memiliki kelemahan, militer masih diharapkan untuk mengikuti perintah dari atasan. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López mengatakan setelah penangkapan Maduro bahwa angkatan bersenjata tetap setia kepada rezim.

Pada saat yang sama, presiden sementara Delcy Rodríguez memberi sinyal keterbukaan untuk bekerja sama dengan Washington. Ini perubahan yang terjadi setelah konsultasi dengan para komandan senior. (Dangens.com US/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya