Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA bertahun-tahun, militer dipandang sebagai tulang punggung kekuatan politik di Caracas, Venezuela. Saat ini, kekuatan sebenarnya tampak jauh kurang pasti.
Menurut DR News, militer Venezuela pernah menjadi salah satu yang paling tangguh di Amerika Latin. Di bawah Hugo Chávez, pendapatan minyak dialokasikan untuk pertahanan, senjata Rusia dibeli, dan tokoh-tokoh militer ditempatkan di seluruh negara.
Strategi itu dirancang untuk mengamankan loyalitas sekaligus membangun kemampuan. Setelah upaya kudeta yang gagal pada 2002, Chávez dan kemudian Maduro secara dramatis memperluas jumlah perwira senior.
Seorang dosen di Copenhagen Business School dan ahli politik Amerika Latin, Carlos Salas Lind, mengatakan ribuan posisi berpangkat tinggi diciptakan untuk membuat koordinasi melawan presiden hampir mustahil.
Menurut standar regional, Venezuela masih memiliki kekuatan yang besar. Institut Internasional untuk Studi Strategis memperkirakan sekitar 123.000 personel aktif tersebar di angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Garda Nasional.
Selain itu, ada pasukan cadangan dan Milisi Bolivarian, pasukan sipil yang jumlahnya masih diperdebatkan. Meskipun perkiraan sebelumnya menempatkannya dalam ratusan ribu, Maduro sendiri mengeklaim jutaan orang dapat dimobilisasi.
Namun, jumlah yang besar tidak selalu berarti efektivitas.
Bertahun-tahun penurunan ekonomi telah berdampak buruk. Sebagian besar peralatan militer terdiri dari peralatan Rusia yang sudah tua dan tidak dirawat dengan baik.
"Ketika mereka diserang, tidak ada yang berfungsi," kata Salas Lind. Ia menggambarkan helikopter AS dapat beroperasi bebas di atas Caracas sementara pertahanan Venezuela gagal merespons.
Gaji rendah semakin melemahkan barisan. Tentara biasa mendapat gaji yang sangat sedikit sehingga gaji mereka hanya mencakup sebagian kecil dari biaya hidup dasar. Namun, jenderal dan perwira senior menikmati kondisi yang jauh lebih baik.
Korupsi dan perpecahan internal tumbuh seiring dengan krisis ekonomi. Satu detail mencolok yang dicatat oleh Salas Lind ialah Maduro semakin bergantung pada perlindungan asing.
Media AS melaporkan bahwa banyak dari mereka yang menjaga mantan presiden selama penggerebekan ialah tentara Kuba, bukan Venezuela. The New York Times mengatakan Maduro memandang agen-agen Kuba sebagai berpengalaman dan tidak dapat disuap.
"Ini menunjukkan bahwa dia tidak mempercayai militernya sendiri," kata Salas Lind.
Meskipun memiliki kelemahan, militer masih diharapkan untuk mengikuti perintah dari atasan. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López mengatakan setelah penangkapan Maduro bahwa angkatan bersenjata tetap setia kepada rezim.
Pada saat yang sama, presiden sementara Delcy Rodríguez memberi sinyal keterbukaan untuk bekerja sama dengan Washington. Ini perubahan yang terjadi setelah konsultasi dengan para komandan senior. (Dangens.com US/I-2)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
BINTANG global asal Puerto Rico, Bad Bunny, sukses menyulap panggung Super Bowl 2026 di California menjadi pesta jalanan raksasa.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
Taipan media Jimmy Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan keamanan nasional. Dunia internasional kini menanti langkah Donald Trump.
Pemimpin dunia, termasuk Narendra Modi dan Donald Trump, memberikan selamat atas kemenangan bersejarah PM Sanae Takaichi dan partai LDP di Pemilu Jepang.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menggelar pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace pada 19 Februari mendatang di Washington.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved