Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG massa pendukung Nicolás Maduro memadati jalanan ibu kota Caracas pada Senin (5/1) waktu setempat. Aksi ini berlangsung bertepatan dengan pelantikan resmi Delcy Rodríguez sebagai pemimpin interim Venezuela, menyusul penggulingan Maduro dalam operasi militer Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.
Ratusan demonstran terlihat mengibarkan bendera nasional Venezuela dan membentangkan spanduk dukungan untuk mantan presiden tersebut. Di saat yang sama, Maduro baru saja menjalani sidang perdana di pengadilan New York dan menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Pemerintah Venezuela memang dikenal rutin mengorganisir demonstrasi untuk menunjukkan dukungan rakyat terhadap tindakan mereka. Sebelumnya, pada Agustus lalu, aksi serupa terjadi setelah AS menaikkan imbalan atas penangkapan Maduro menjadi US$50 juta. Dalam sejarahnya, unjuk rasa pro-pemerintah ini sering kali menjadi tandingan bagi gerakan oposisi demokratis di jalanan Caracas.
Sementara itu, komunitas warga Venezuela yang menetap di Amerika Serikat menyambut sidang perdana Maduro dengan emosi yang campur aduk. Bagi mereka, kemunculan Maduro di meja hijau adalah simbol keadilan yang telah lama dinanti.
Gustavo Páez, warga asal Riverside, California, mengungkapkan kepuasannya. "Melihat Maduro di pengadilan AS memberikan kepuasan besar karena itu adalah impian yang sudah lama dimiliki warga Venezuela. Saya sangat terkejut dia mengaku tidak bersalah. Namun, ini sudah bisa diduga, dan saya merasa sangat senang karena ini satu langkah lagi menuju kebebasan Venezuela," ujarnya.
Senada dengan Gustavo, Naybert Milano dari Jacksonville, Florida, merasakan luka sekaligus kelegaan. "Hari ini saya merasakan banyak emosi yang campur aduk. Melihat Maduro di New York adalah sesuatu yang tidak pernah kami sangka akan terjadi. Ada amarah, ada rasa sakit, tapi juga kegembiraan tak terhingga karena kami tidak pernah kehilangan harapan," kata Milano.
Meski disambut suka cita oleh banyak pihak, sejumlah warga mengingatkan perjalanan menuju perubahan total di Venezuela masih panjang. Susana Pérez dari Florida menekankan rezim lama masih memiliki pengaruh kuat di negaranya.
"Melihat Nicolás Maduro tampil di hadapan hukum memberi harapan bagi warga Venezuela, tidak diragukan lagi, tapi ini baru permulaan," kata Susana. "Masih ada rezim di Venezuela. Perwakilan dari pihak yang telah menindas warga Venezuela selama bertahun-tahun tetap ada. Masih ada tahanan politik, dan itu harus digarisbawahi."
Keyakinan serupa disampaikan Norbelys Aponte di Miami. Menurutnya, momen ini membuktikan bahwa kekuasaan tidak bisa menghalangi keadilan selamanya. "Bagi kami, ini berarti keadilan telah tiba, bahwa keadilan akan datang cepat atau lambat. Keadilan mungkin lambat, tetapi ia akan datang," tegasnya.
Hingga saat ini, situasi di Venezuela masih dipantau ketat oleh komunitas internasional seiring dengan transisi kepemimpinan ke tangan Delcy Rodríguez. (CNN/Z-2)
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian militer kepada Donald Trump.
Militer AS menyita kapal tanker Veronica di Laut Karibia sebagai bagian dari blokade minyak Venezuela. Pemerintahan Trump mulai menjual minyak hasil sitaan senilai US$500 juta.
Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan pembebasan ratusan tahanan. Donald Trump klaim hubungan AS-Venezuela kini membaik.
Gedung Putih konfirmasi pertemuan Donald Trump dengan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Akankah AS mengubah dukungan politiknya?
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved