Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Delcy Rodríguez Dilantik Jadi Pemimpin Interim, Pendukung Maduro Turun ke Jalan

Thalatie K Yani
06/1/2026 05:13
Delcy Rodríguez Dilantik Jadi Pemimpin Interim, Pendukung Maduro Turun ke Jalan
Pasca-penangkapan Nicolás Maduro, situasi Venezuela memanas. Pendukung setia penuhi jalanan Caracas, sementara diaspora di AS sambut sidang perdana dengan haru.(Sputnik)

GELOMBANG massa pendukung Nicolás Maduro memadati jalanan ibu kota Caracas pada Senin (5/1) waktu setempat. Aksi ini berlangsung bertepatan dengan pelantikan resmi Delcy Rodríguez sebagai pemimpin interim Venezuela, menyusul penggulingan Maduro dalam operasi militer Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.

Ratusan demonstran terlihat mengibarkan bendera nasional Venezuela dan membentangkan spanduk dukungan untuk mantan presiden tersebut. Di saat yang sama, Maduro baru saja menjalani sidang perdana di pengadilan New York dan menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Pemerintah Venezuela memang dikenal rutin mengorganisir demonstrasi untuk menunjukkan dukungan rakyat terhadap tindakan mereka. Sebelumnya, pada Agustus lalu, aksi serupa terjadi setelah AS menaikkan imbalan atas penangkapan Maduro menjadi US$50 juta. Dalam sejarahnya, unjuk rasa pro-pemerintah ini sering kali menjadi tandingan bagi gerakan oposisi demokratis di jalanan Caracas.

Harapan dan Haru Diaspora di Amerika Serikat 

Sementara itu, komunitas warga Venezuela yang menetap di Amerika Serikat menyambut sidang perdana Maduro dengan emosi yang campur aduk. Bagi mereka, kemunculan Maduro di meja hijau adalah simbol keadilan yang telah lama dinanti.

Gustavo Páez, warga asal Riverside, California, mengungkapkan kepuasannya. "Melihat Maduro di pengadilan AS memberikan kepuasan besar karena itu adalah impian yang sudah lama dimiliki warga Venezuela. Saya sangat terkejut dia mengaku tidak bersalah. Namun, ini sudah bisa diduga, dan saya merasa sangat senang karena ini satu langkah lagi menuju kebebasan Venezuela," ujarnya.

Senada dengan Gustavo, Naybert Milano dari Jacksonville, Florida, merasakan luka sekaligus kelegaan. "Hari ini saya merasakan banyak emosi yang campur aduk. Melihat Maduro di New York adalah sesuatu yang tidak pernah kami sangka akan terjadi. Ada amarah, ada rasa sakit, tapi juga kegembiraan tak terhingga karena kami tidak pernah kehilangan harapan," kata Milano.

Hanya Sebuah Permulaan 

Meski disambut suka cita oleh banyak pihak, sejumlah warga mengingatkan perjalanan menuju perubahan total di Venezuela masih panjang. Susana Pérez dari Florida menekankan rezim lama masih memiliki pengaruh kuat di negaranya.

"Melihat Nicolás Maduro tampil di hadapan hukum memberi harapan bagi warga Venezuela, tidak diragukan lagi, tapi ini baru permulaan," kata Susana. "Masih ada rezim di Venezuela. Perwakilan dari pihak yang telah menindas warga Venezuela selama bertahun-tahun tetap ada. Masih ada tahanan politik, dan itu harus digarisbawahi."

Keyakinan serupa disampaikan Norbelys Aponte di Miami. Menurutnya, momen ini membuktikan bahwa kekuasaan tidak bisa menghalangi keadilan selamanya. "Bagi kami, ini berarti keadilan telah tiba, bahwa keadilan akan datang cepat atau lambat. Keadilan mungkin lambat, tetapi ia akan datang," tegasnya.

Hingga saat ini, situasi di Venezuela masih dipantau ketat oleh komunitas internasional seiring dengan transisi kepemimpinan ke tangan Delcy Rodríguez. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya