Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA tugas presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, pada Minggu (4/1) menuduh Israel berada di balik operasi Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan pemimpin yang digulingkan, Nicolas Maduro. Rodriguez menyebut langkah itu sebagai serangan Zionis terhadap negara tersebut.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Rodriguez tampil bersama sejumlah pejabat senior pemerintahan yang berkuasa dan menegaskan bahwa Israel bertanggung jawab atas apa yang ia sebut agresi asing terhadap Venezuela.
Dia tidak menyertakan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut. Ia menekankan kembali posisi pemerintah yang telah lama dipegang bahwa Maduro tetap menjadi presiden sah Venezuela.
"Serangan terhadap Venezuela adalah Zionis," kata Rodriguez. Ini mengulang retorika yang kerap digunakan oleh kepemimpinan Chavista selama masa krisis politik.
Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah pasukan AS menahan Maduro di Caracas dan membawanya ke New York untuk ditahan oleh pemerintah federal.
Meskipun Maduro telah ditangkap, Rodriguez bersikeras bahwa itu tidak membatalkan status kepresidenannya. Mahkamah Konstitusi Venezuela menunjuknya sebagai presiden sementara selama ketidakhadirannya, langkah yang menimbulkan ketidakpastian mengenai pihak yang benar-benar memegang kekuasaan di negara itu.
Rodriguez tampil di depan publik bersama para pejabat penting, termasuk Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez, menandai persatuan di kalangan elite penguasa di tengah meningkatnya ketidakstabilan politik.
Presiden AS Donald Trump memuji operasi tersebut. Ia menyebutnya sebagai langkah menentukan yang menandai berakhirnya pemerintahan Maduro.
Sementara itu, pejabat Israel tidak segera memberikan tanggapan atas tuduhan Rodriguez.
Pemerintah Venezuela diketahui kerap menyebut Israel dan Zionisme selama konfrontasi sebelumnya dengan kekuatan asing.
Diketahui, Venezuela selama ini mendukung kemerdekaan Palestina. Ini berbeda dengan sejumlah tetangganya seperti Cile, Argentina, Peru, dan Ekuador yang pro-Israel. (I24News/I-2)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian militer kepada Donald Trump.
Militer AS menyita kapal tanker Veronica di Laut Karibia sebagai bagian dari blokade minyak Venezuela. Pemerintahan Trump mulai menjual minyak hasil sitaan senilai US$500 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved