Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Nicolás Maduro Jalani Sidang di New York: Saya Presiden, Saya Diculik!

Thalatie K Yani
06/1/2026 04:29
Nicolás Maduro Jalani Sidang di New York: Saya Presiden, Saya Diculik!
Momen dramatis saat pemimpin Venezuela Nicolás Maduro muncul di pengadilan New York dengan belenggu kaki. Ia mengaku sebagai tawanan perang atas kasus narkoterorisme.(AFP)

SUARA gemerincing belenggu kaki bergema di ruang sidang New York sesaat sebelum pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, melangkah masuk untuk pertama kalinya. Dalam penampilan perdananya di hadapan hukum Amerika Serikat pada Senin sore waktu setempat, Maduro memberikan pernyataan mengejutkan dengan mengklaim dirinya telah "diculik".

Di hadapan barisan jurnalis dan pengunjung yang memenuhi ruangan, Hakim Alvin Hellerstein, 92, meminta Maduro mengonfirmasi identitasnya untuk memulai persidangan. Dengan tenang, Maduro menjawab dalam bahasa Spanyol yang kemudian diterjemahkan interpreter.

"Saya adalah Nicolás Maduro, tuan. Saya adalah Presiden Republik Venezuela dan saya di sini karena diculik sejak 3 Januari," ujarnya tegas. "Saya ditangkap di kediaman saya di Caracas, Venezuela."

Hakim Hellerstein segera menyela. Ia menegaskan akan ada "waktu dan tempat tersendiri untuk membahas hal tersebut."

Tuduhan Narkoterorisme dan Senjata Api

Dalam sidang pembacaan dakwaan (arraignment) yang berlangsung selama 40 menit tersebut, Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, menyatakan tidak bersalah atas serangkaian tuduhan berat. AS mendakwa mereka atas konspirasi narkoterorisme, impor kokain, serta kepemilikan senjata mesin dan perangkat perusak.

"Saya tidak bersalah. Saya pria yang baik," kata Maduro. Flores, yang tampak mengalami luka memar di sekitar mata dan dahi akibat operasi penangkapan, menambahkan dirinya "sepenuhnya tidak bersalah."

Pasangan ini diterbangkan ke penjara New York setelah ditangkap pasukan AS di kompleks kediaman mereka pada Sabtu lalu. Operasi kejutan tersebut dilaporkan melibatkan serangan udara terhadap pangkalan-pangkalan militer di Venezuela.

Suasana Emosional di Ruang Sidang

Mengenakan pakaian tahanan berwarna biru-oranye dengan celana khaki, Maduro tampak tenang dan sesekali mencatat dengan teliti di sebuah legal pad kuning. Suasana sempat memanas ketika seorang pengunjung berteriak Maduro akan "membayar" semua kejahatannya.

Maduro merespons dengan teriakan dalam bahasa Spanyol sebelum pria tersebut digiring keluar. "Saya adalah seorang presiden dan tawanan perang!"

Kehadiran Maduro di pengadilan ini memicu emosi mendalam bagi warga Venezuela yang hadir. Maibort Petit, seorang jurnalis yang lama meliput pemerintahan Maduro, menyebut momen melihat mantan pemimpinnya memakai baju tahanan adalah hal yang "surealis". Ia juga mengungkapkan serangan rudal AS saat penangkapan Maduro turut merusak rumah keluarganya di Caracas.

Status Tahanan

Pihak pengacara Cilia Flores sempat meminta perawatan medis segera bagi kliennya, termasuk rontgen untuk dugaan patah tulang rusuk dan luka wajah. Saat ini, baik Maduro maupun Flores tidak mengajukan jaminan, yang berarti mereka akan tetap berada dalam tahanan federal.

Selain pasangan suami istri tersebut, putra Maduro dan beberapa orang lainnya juga didakwa dalam kasus yang sama. Persidangan berikutnya dijadwalkan akan digelar pada 17 Maret mendatang. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya